Search

Baru  Beroperasi, Oknum Polisi Diduga Calo Tawarkan Pembuatan SIM di Pasar Segar 

Suasana pembuatan SIM di Satuan Pelayanan Admintrasi (Satpas) Pasar Segar. (foto:ltf)
Suasana pembuatan SIM di Satuan Pelayanan Admintrasi (Satpas) Pasar Segar. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Pemohon surat izin mengemudi (SIM) kembali mengeluhkan pelayanan yang diberikan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Depok di Satuan Pelayanan Admintrasi (Satpas) Pasar Segar yang sempat ditutup akibat adanya praktik percaloan.
Kendati baru beberapa hari beroperasi Satpas SIM Pasar Segar dalam melakukan pelayanan menemukan sejumlah oknum polisi berseragam diduga menjadi calo di pengurusan surat tersebut. Patokan harga yang ditawarkan oknum polisi berkisar Rp 800 ribu untuk mendapatkan SIM A maupun C.
Salah satu pemohon SIM, Amir Bamarsah yang berdomisili di Jakarta Timur mengaku, calo yang bergentayangan di Satpas Pasar Segar merupakan oknum polisi. Dimana, mereka menawarkan harga kepada dirinya agar cepat mendapatkan SIM tersebut. Aksi tersebut terlihat saat proses pembelian berkas dan tes praktik yang dilakukan para pemohon.
“Saya ikut ditawari sama oknum polisi itu. Memang ada yang mau dan tidak. Ya kaget saja setelah calo dibersihkan, justru yang main orang dalam sendiri dengan harga Rp800 ribu/sim,” katanya saat ditemui di Satpas Pasar Segar Depok, Jumat (19/10/2018).
Selain itu, kata Amir, pelayanan yang diberikan oknum berseragam tersebut kepada pemohon yang telah menyetorkan uang sangatlah cepat. “Datang dan langsung foto. Lalu tes teori dan tak pakai tes praktik lagi. Cuma duduk dan SIMnya langsung diantar yang bersangkutan. Satpas ini kan baru tiga hari beroperasi, kok banyak ya calonya,” bebernya.
Amir tak mengelak kalau percaloan yang dilakukan sejumlah oknum berseragam di Satpas Pasar Segar terbilang sangat mencolok. Dimana tanpa segan oknum berseragam tersebut menggandeng pemohon menuju ruang tunggu. Bahkan SIM tersebut pun diantarkan sang polisi kepada pemohon.
Maka dari itu, Amir beserta pemohon SIM di Satpas Pasar Segar berharap petinggi Polresta Depok melakukan pembersihan terhadap oknum polisi yang menjadi calo. Sebab keberadaan mereka dapat mengganggu pelayanan lantaran melakukan pungutan liar (pungli).
Sebelumnya, Ombusmand Jakarta Raya menyebut Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto belum merespon hasil investigasi terkait praktik percaloan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Pasar Segar selama bulan April-Mei 2018. Dimana lembaga pemantau pelayanan publik itu menemukan calo yang menghampiri pemohon SIM lalu menawarkan jasa pembuatan SIM di depan polisi di Satpas Pasar Segar. Namun oknum polisi justru mengarahkan pemohon SIM agar menggunakan jasa calo dibanding membuat SIM sesuai aturan yang berlaku.
Tak hanya itu, Ombudsman Jakarta Raya juga menemukan adanya calo yang memboyong warga domisili Bekasi Kota membuat SIM di Satpas Pasar Segar. Jumlah rombongan pemohon SIM asal Bekasi yang dibawa bervariasi karena tergantung jumlah pemohon yang dijerat para calo. Guna memuluskan aksinya, calo dari Bekasi Kota menyediakan transportasi guna menuju Satpas Pasar Segar yang jaraknya tak sampai satu jam dari Polresta Depok. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...