Search

Batu Berlian Dibalik Gunung Meletus

Dibalik gunung meletus tgernyata juga mengeluarkan batu berlian ke permukaan bumi. (foto: japantimes)
Dibalik gunung meletus tgernyata juga mengeluarkan batu berlian ke permukaan bumi. (foto: japantimes)

GUNUNG Agung di Bali diperkirakan bakal meletus, bagi sebagian orang gunung meletus merupakan bencana, entah itu abu vukanil, lahar panas atau lahar dingin. Namun, tahukan anda dibalik gunung meletus sebenarnya menyimpan potensi yang berharga yakni munculnya batu berlian ke atas permukaan bumi.

Ya, mengapa demikian? sebab berlian berasal dari bagian terdalam gunung berapi yang juga mengandung atom dan karbon. Yang memang pada kenyataannya berlian merupakan kristal transparan yang mengikat empat bagian karbon atom.

Batu berlian terbawa kepermukaan bumi melalui letusan vulkanik. Menurut penelitian, naiknya berlian kepermukaan bumi dikarenakan batu yang mencair. Berlian dikembangkan dari bermil-mil bagian dalam permukaan bumi, pada kerendahan 150 km (90 mil), pada tekanan kira-kira 5 giga pascal dengan temperatur sekitarnya 1200 derajat Celcius (2200 derajat Fahrenheit).

Batu berlian yang belum diasah. (foto: sciencemag)

Batu berlian yang belum diasah. (foto: sciencemag)

Sebuah berlian unik ditemukan dari lahar beku Gunung Berapi Tolbachik di Kamchatka. Berlian itu memiliki karakteristik geologi dan mineralogi yang sangat unik sekali. Para ilmuwan pun sangat senang dengan penemuan berlian tipe baru ini.

“Letupan lahar yang keras dari erupsi Gunung Berapi Tolbachik (musim 2012-2013) menghasilkan sebuah berlian yang tipenya tidak pernah ditemukan sebelumnya. Berlian itu dinamakan Tolbachik,” kata Departemen Ilmu Rusia, seperti diberitakan Russia Today, 28 Juli 2015.

Berlian bisa menjadi bentuk alami lain sesuai tingginya tekanan, secara relatif pada saat temperatur rendah. Namun sangat disayangkan berlian tidak bisa terbentuk dari bawah laut.

Sejak zaman purbakala bahkan pada saat penamaan berlian itu sendiri, berlian terkenal sebagai material yang paling keras ke tiga setelah ‘Aggregated diamond nanorods’ dan ‘Ultrahard Fullerite’.

Menurut sejarahnya, nama berlian itu sendiri diambil dari bahasa Yunani kuno yang artinya “Tak Terkalahkan”.

Batu berlian yang sudah diasah, menjadi barang yang mahal harganya. (foto: ackroydandharvey

Batu berlian yang sudah diasah, menjadi barang yang mahal harganya. (foto: ackroydandharvey

Berlian muncul kepermukaan bumi sudah sangat lama, berkisar dari 1-3,3 milyar tahun yang lalu. Berlian pertama kali dikenali dan ditambang di India. Dahulu, ada referensi yang ditemukan pada sebuah text penganut Budha, salah satu text Sansekerta (Anguttara Nikaya) yang kemudian disempunakan sekitar 296 BCE yang lalu.

Text tersebut menceritakan juga mengenai ciri utama berlian yang kilaunya memancar. Pada saat itu berlian berasosiasi dengan membawa nama keTuhanan (Dewa), sebagai lambang dekorasi religius.
Berlian dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi siapapun yang memilikinya. Di India, pemiliknya dibatasi dengan kasta berdasarkan warna. Hanya Raja saja yang diizinkan memiliki semua warna berlian.

Seiring perkembangan zaman akhirnya berlian dapat diperdagangkan di daerah Timur dan Barat India dan dapat digunakan di berbagai kebudayaan untuk gemologi atau industri.

Di Eropa, berlian menghilang selama hampir 1000 tahun mengikuti berkembangnya umat kristiani. Mereka menolak keberadaan berlian yang pada awalnya dipercaya dapat digunakan sebagai Azimat. Hal ini sangat ditentang oleh umat kristiani. Karena menurut kepercayaan mereka, hanya Tuhan saja yang boleh dipercaya.

Namun, popularitas berlian kembali naik yang banyak digunakan sebagai batu permata. Hal ini disebabkan meningkatnya ketersediaan berlian itu sendiri seiring berkembangnya sejarah Eropa tersebut.

Di Perancis, pada abad ke-13 Raja Llouis IX menetapkan hukum yang menyatakan bahwa hanya Raja saja yang boleh memiliki berlian.

Febuari 2005, Tim Amerika (US) dan Tiongkok memberikan laporan arkeolog mengenai penemuan dari empat kekayaan almunium yang berasal dari kuburan batu yang pada saat itu menjadi adat kebudayaan Tiongkok.

Pada 4000 BCE-2500 BCE, para ilmuwan menemukan kampak bercahaya yang dipercaya dapat disemir dengan bubuk berlian sehingga tampak jauh lebih menarik.

Di Tiongkok, berlian biasa digunakan untuk pelengkap berlian lain, salah satunya adalah sebagai pengukur atau pelengkap ‘Jade’ (permata hijau lumut).

Setelah berabad-abad, dikalangan Aristokratis, berlian semakin populer sebagai batu permata. Tentunya hanya dikalangan mereka yang ber-uang dan berkelas. Biasanya digunakan sebagai cicin pernikahan.

Sesuai perkembangan zaman, popularitas berlanjut dan berkembang dengan banyak perubahan bentuk sesuia permohonan estetika berlian.

Berlian membuktikan bisa tetap populer dengan berbagai kelas sepanjang harganya masih terjangkau.

Berlian menjadi salah satu objek yang sangat penting karena dapat berkembang pada dunia pembelian, penjualan, bahkan masuk dalam catatan kejahatan sampai politik.

Berita terbaru menurut Washington post pada 5 Maret 2007, telah ditemukan berlian jenis baru di Kanada. Ditemukan oleh seorang ahli batu yang selama bertahun-tahun membiayai pencarian berlian. Diakui, berlian ini milik Amerika Utara. Hal ini membuat Kanada mandapat aliran uang yang deras sebagai negara ketiga penemu berlian.(herlambang/dari berbagai sumber)




Loading Facebook Comments ...