Search

Begini Sewotnya Dewi Tanjung Terhadap Penggerak People Power

Dewi Tanjung gadis minang pemberani begitu sewotnya pada penggerak people power
Dewi Tanjung gadis minang pemberani begitu sewotnya pada penggerak people power

Jakarta, reportasenews.com- Dewi Tanjung sama dengan wanita pada umumnya. Dia juga mengutamakan penampilannya sebagai seorang wanita cantik, dengan rambut panjang berwarna pirang yang dibiarkannya tergerai nyaris mengenai pinggangnya.  Alis mata dilukisnya serasi dengan raut wajahnya. Bibirnya tipis, dia poles dengan warna merah muda.  Lewat bibir inilah akan mengalir rangkaian kalimat yang tajam bermakna dan bisa menembus jantung lawan.  Sekilas menatapnya, tak ada yang menyangka bahwa wanita ini memang punya nyali di atas rata-rata.

Sekilas menatap parasnya, apa sih keberanian wanita berdarah campuran Minang, Palembang dan Solo  ini ?

Ternyata, Dewi yang punya hobby mengaji Al Quran ini adalah wanita yang melaporkan Eggi Sudjana ke polisi atas dugaan perbuatan makar. Eggi kini sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

Tidak puasa sampai di sini, wanita Minang yang sejak kecil di didik orang tuanya untuk bersikap jujur, berani membela kebenaran dan membela rakyat kecil ini kembali berbuat di luar dugaan. Dewi melaporkan Habib Riziek Shihab, Amien Rais dan Ustadz Bachtiar Nasir  ke Polisi.

Hari ini Redaksi reportasenews.com menerima kiriman video langsung dari Dewi Tanjung, Kamis (16/5). Setelah kami lihat kontennya, kami merasa perlu juga membaginya kepada pembaca setia reportasenews.com :

Berbagai ekpresi wajah Dewi Tanjung ketika sedang marah

Berbagai ekpresi wajah Dewi Tanjung ketika sedang marah namun tetap cantik

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pilpres (pemilihan presiden-red) itu sudah selesai ya. Yang anehnya hasil Pileg (pemilihan legislatif-red) diterima, kagak teriak-teriak curang, hasil pilpres teriak-teriak curang…demo, demo!

“Kalau misalnya hasil pilegnya curang, hasil pilpresnya curang, itu wajar. Ini hasil pileg diterima, hasil pilpresnya teriak-teriak curang. Tunggu ya KPU yang ngumumin,” ujar Dewi dengan melampiaskan rasa kesalnya dengan memukul-mukulkan sapu lidi yang sejak tadi dipegangnya ke lengan kanannya.

Dewi menarik nafas beberapa kali, lalu menebar senyum halusnya serta melanjutkan, Siapa yang menang ? Entar ngaku 62 persen, lalu discount lagi 54 persen. Gak mikir apa suara bisa discon-disconan apa. 

Kalau curang ya mau people power sana. Baru dilaporin saja sudah berubah, langsung pucat mukanya. People Power langsung diganti dengan Kedaulatan Rakyat. Mana ? katanya berani, berani, berani people power, tunjukin dong.

“Berani berbuat, berani teriak dan berani tanggung jawab,” suara Dewi terdengar meninggi tanda dia sangat geram dengan sosok tokoh politik gaek yang melontarkan narasi people power tersebut.

Lalu wanita yang suka baca buku sejarah Bangsa Indonesia, profil dan perjuangan Presiden Soekarno serta sejarah dunia ini melanjutkan, Jangan pas dilaporin langsung berubah. Temen ditinggalin (Eggi Sudjana-red). Kalian tau gak, akibat kata-kata people power itu apa!! Dampaknya luar biasa.

Sampai ada anak muda di Bogor teriak-teriak mau penggal Kepala Negara. Akhirnya apa, dia yang rugi !! Kalian tanggung jawab nggak, hah? ..Nggak kan. Kalian bilang itu bukan pendukung kalian. Pada hal dia berbuat seperti itu demi membela kalian, idolanya, capresnya. Udah sebegitu berkorban lho dia. Begitu dia kena kasus kalian tinggalin.

Belum lagi Eggi Sudjana, teriak-teriak people power. Dilaporin…sekarang ditahan. Apa pembelaan kalian buat Eggi ? Nggak ada kan,” cecar Dewi kepada kelompok yang mebiarkan Eggi Sudjana menghadapi kasus dugaan makarnya seorang diri.

Wanita ini suka sekali dengan kebudayaan Indonesia dan cerita tentang raja-raja Nusantara melanjutkan, Mana yang katanya hebat,  mana yang teriak-teriak kemarin. Jangan gitulah, tunggu hasil KPU. Jangan maksa-maksa kalian di sini ya. Jangan pernah..inget ya. Kalian jangan pernah ngancem-ngancem di negeri ini. Jangan pernah maksa-maksa kehendak kalian. Nggak suka pindah sana. Kalian pikir rakyat suka lihat kelakuan kalian ? muak tau gak. Udah bosen kita lihat kalian, tau gak!!

“Sudah tua bukannya sadar. Tunjukin dong, kalian itu adalah negarwan sejati, nasionalis..iya kan. Dan generasi muda itu bisa ngikutin yang baik, yang positif untuk bangsa dan negaranya. Bukan hanya berani teriak. Kalian fikir gak ada yang berani melawan kalian itu,” sindir Dewi Tanjung pada sosok poltikus tua yang sering bikin gaduh.

Kemudian Dewi menantang, Mana yang kemarin bikin gerakan people power, mana dia ? Tunjukin sekarang.  Baru dilaporin satu aja sudah pada ketakutan, langsung berubah. Makar jadi makan roti bakar. Apa lagi yang mau diganti.

“Berani teriak berani bertanggung jawab. Jangan hanya berani ngomong. Apa-apaan kalian tau gak, muak tau gak kita lihat kalian tu. Sadar, istighfar, istighfar.. Allah SWT  Maha Melihat, Maha Tahu Kebenarannya. Jangan sampai nanti Allah turun tangan lho..ya jangan. kalau Allah sudah turun tangan, bahaya. Diguncangnya negeri ini dengan satu sentilan Kun Fayakun, maka bergoncanglah negeri ini. Sadar, tobat, kembali ke jalan yang benar. Ayo kita bergandeng tangan lah. Bersatu membangun negara dan bangsa kita ke arah yang lebih baik.

Diakhir kalimatnya Dewi menghimbau, Hormati siapa yang terpilih, siapa yang menang. Jangan ribut terus ya. Kalau berani ribut berani bertangung jawab nggak apa-apa. Ini berani ribut gak berani bertanggung jawab, itu yang pegel tau gak. (tjg)

 

 

 

 




Loading Facebook Comments ...