Search

Belum Laksanakan Pilkada, Ribuan Warga Paniai  Minta KPU Papua Bertanggung Jawab 

Ribuan Warga Paniai menduduki Kantor  KPU Paniai dan meminta KPU Papua bertanggung Jawab. ( foto : riy ) 
Ribuan Warga Paniai menduduki Kantor  KPU Paniai dan meminta KPU Papua bertanggung Jawab. ( foto : riy ) 

Jayapura, reportasenews.com – Pilkada Serentak Gubernur dan Bupati di Papua harusnya sudah selesai dilaksanakan, namun masih ada satu kabupaten lagi yang hingga saat ini belum melaksanakan pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati.

Kabupaten Paniai dengan jumlah DPT mencapai 100 ribu Lebih ini hingga Kamis mlam ini belum ada kepastian kapan akan dilaksanakan pemilihan umum.

Agustinus selaku warga Paniai mengaku kinerja KPU Papua sangat buruk, dimana akibat ulah mereka pilkada Paniai tidak berjalan karena mendapat protes keras dari seluruh masyarakat Paniai.

” Sebagai Komisi KPU dan komisioner KPU mereka lebih memilih naik ke Jayawijaya dan Yahukimo mereka meninggalkan tanggung jawabnya di Paniai sehingga pilkada di Paniai terbengkalai, apalagi mereka menjadikan alasan kerawanan di Paniai untuk tidak naik ke Paniai, padahal sesuai tugasnya mereka harusnya berada di Paniai untuk selesaikan masalah yang ada bukan menghindar”. Tegasnya kepada media.

Agustinus menambahakan seharusnya KPU povinsi berani mengambil resiko sesuai dengan sumpah jabatannya.

“Kenapa mereka harus takut, aparat sudah jelas menjamin keamanan mereka tapi nyatanya mereka malah memecat KPU Paniai dan mengambil alih tugas KPU Paniai tapi kenapa sampai sekarang mereka tidak mau menjelaskan dasar mereka mengeluarkan keputusan yang ditolak masyarakat”. Tuturnya.

Untuk itu seluruh masyarakat Kabupaten Paniai meminta Ketua KPU Adam Arisoi, dan komisioner Tarwinto serta Betriks Wanane Beserta bertanggungjawab terhadap apa yang mereka putuskan, selanjutnya segera naik menghadapi masa untuk memberikan informasi sejelas jelasnya terkait keputusan hukum yang di ambil terhadap pelaksanaan pilkada cabup dan cawabup di kab paniai yang tertunda. ( riy )




Loading Facebook Comments ...