Search

BEM Kalbar Kembali Turun ke Jalan Desak Presiden Keluarkan Perpu Omnibus Law

Mahasiswa yyang tergabung dalam BEM Kalbnar kembali turun ke jalan mengelar aksi penolakan UU Cipta kerja Omnibus Law dan menuntut presiden Jokowi segera mengeluarkan Perpu. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Asap hitam membumbung ke udara di langit biru kawasan Tugu Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Sabtu (17/10/2020) sore. 

Saat itu, puluhan mahasiswa kembali turun ke jalan mengelar aksi penolakan UU Cipta kerja Omnibus Law. Gelombang aksi ini memasuki hari ke lima dengan tuntutan agar Presiden membatalkan pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja atau dikenal sebagai UU sapu jagat, dengan menerbitkan Peraturan pengganti undang-undang (Perpu).

Aksi penolakan mahasiswa ini hanya digelar massa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Barat.
“Kami akan terus turun ke jalan, untuk mengawal Omnibus Law sampai ada keputusan kongkrit dari Presiden dengan dikeluarkannya Perpu,” kata Ketua Forum Koordinator BEM Kalbar, Anshorudin, kepada wartawan.

Anshorudin menegaskan sebelum Omnibus Law dicabut, mahasiswa akan tetap terus di jalan. Karena mahasiswa menilai tidak akan berhenti berjuang membela kepentingan rakyat. 

Sebelumnya, massa mahasiswa sempat mendesak Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menolak Omnibus Law.

Aksi mahasiswa ini berjalan tertib meski sempat diwarnai pembakaran keranda dan ban bekas. Penjagaan kepolisian juga ketat sejak pagi hingga aksi mahasiswa selesai pada sore hari. (das)




Loading Facebook Comments ...