Search

Berbagai Jenis Sparepart Motor Palsu Asal China Disita Polisi

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat membongkar penjualan berbagai jenis sparepart motor palsu asal Cina. (foto:das)
Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat membongkar penjualan berbagai jenis sparepart motor palsu asal Cina. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat membongkar penjualan berbagai jenis sparepart motor palsu asal Cina di sebuah bengkel di Jalan Tanjung Raya II, Kota Pontianak.

“Dalam kasus sparepart ini, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial LK (40) pada senin (15/01/2018) sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Kamis, (18/1/2018).

Saat dilakukan pengecekan di bengkel milik LK sparepart motor tersebut tanpa dilengkapi petunjuk dalam bahasa Indonesia. Tak hanya itu, tidak ada alamat pelaku usaha ataupun importirnya.

“Dari hasil pengecekan ternyata terdapat lebih 13 jenis spare part berbagai merk yang tanpa dilengkapi petunjuk dalam bahasa Indonesia maupun alamat importir,” ujar Kapolda Irjen Pol Didi Haryono.

Tak ingin kecolongan, petugaspun membawa barang bukti dan pemilik barang dan juga karyawan ke tempat yang aman. Tujuanya jelas untuk guna penyidikan lebih lanjut kasus tersebut.

Tim Subdit I Ditreskrimsus yang melakukan pengecekan pun langsung mengamankan dan membawa pemilik barang, karyawan serta barang bukti lebih dari 13 jenis sparepart. Barang bukti yang diamankan ditaksir senilai milliaran rupiah.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka, sparepart motor tersebut sebagian besar berasal dari Cina masuk ke Jakarta dan dari Jakarta via ekspedisi masuk ke Pontianak

Akibat perbuatanya itu, kini, tersangka akan dijerat pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 huruf (1) Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 2 Miliar. (das)




Loading Facebook Comments ...