Search

Berhenti Menjadi Pengikut Dimas Kanjeng, Junaidi Diancam Akan Dihabisi

Junaidi, korban penipuan Dimas Kanjeng  lapor polisi
Junaidi, korban penipuan Dimas Kanjeng lapor polisi

PROBOLINGGO, REPORTASE – Satu lagi seorang pengikut Dimas Kanjeng, yang mengaku menjadi korban penipuan melapor ke SPKT Polres Probolinggo, Sabtu (1/10) malam.

Junaidi (50), warga Desa Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Probolinggo ini  nekat melapor ke polisi lantaran uang sebanyak Rp 205 juta, yang diserahkan ke padepokan Taat Pribadi, sampai sekarang belum ada kejelasan.

Pria berperawakan kekar ini mengaku, saat di padepokan, selama 4 tahun, sangat tahu persis tentang apa aktifitas di padepokan, termasuk cara Dimas Kanjeng mengeluarkan uang, dan bahkan ia bercerita cara Dimas Kanjeng mengelabuhi ribuan pengikutnya.

Junaidi, yang datang sendirian ke Mapolres, membawa sejumlah barang bukti yang di dapatnya dari padepokan selama ia mengabdi, yakni foto-foto dirinya bersama Dimas Kanjeng, yang dikelilingi uang beserta tumpukan uang di depannya, buku profil  milik Marwah Daud, berjudul “Bintang Timur”, kotak berukuran 1,5×50 meter, kain kafan 3×1 meter, timba dan sejumlah kalender.

Dari pengakuan mantan pangikut Dimas Kanjeng ini, dirinya bergabung ke padepokan sejak 2011 lalu, kemudian tahun 2014 Junaidi, mulai merasa ada kejanggalan di padepokan, dan akhirnya keluar dari padepokan.

“Ketika saya berhenti menjadi pengikutnya, segala ancaman berupa teror masuk di handphone, bahkan rumah saya sempat di bondet oleh orang tak di kenal,”jelasnya kepada wartawan di ruang SPKT.

Tak hanya bodet, dirinya juga diancam akan dihabisi jika sampai melaporkan ke polisi.

“Tunggu tanggal mainnya, akan saya bongkar semua tentang kebohongan yang dilakukan Dimas Kanjeng, saya paham semua rahasia di padepokan,”tegas Junaidi, yang mengenakan kopyah hitam ini.

Polres Probolinggo, langsung melakukan pemeriksaan terhadap Junaidi  yang telah mengaku menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng . (fiq)




Loading Facebook Comments ...