Search

Berkas Belum Lengkap, Kasus Nur Mahmudi Mandek

Nurmahmudi Ismail. (foto:ltf)
Nurmahmudi Ismail. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Pemberkasan kasus perkara korupsi mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan bekas Sekretaris Daerah (Sekda) Harry Prihanto yang merugikan negara sebesar Rp 10,7 miliar mandek. Pasalnya, apa yang disangkakan oleh penyidik Unit Tipikor Polresta Depok hingga kini belum dapat dilengkapi.
“Berkas tersebut sudah kami kembalikan lagi ke Unit Tipikor Polresta Depok. Sebab apa yang kami berikan dalam petunjuk belum juga dilengkapi,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok, Sufari saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/5/2019).
Pria berkumis tebal itu tak merinci terkait petunjuk (P19) yang menjadi kendala pihak kepolisian dalam menyelesaikan berkas perkara tersebut. “Petunjuk yang kami berikan belum juga bisa dilengkapi. Maka dari itu, berkasnya kami serahkan kembali ke kepolisian,” katanya.
Terhitung hingga kini bolak baliknya berkas perkara mantan Presiden Partai Keadilan (PK) yang kini berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sudah mencapai 4 kali.
Saat ditanya mengenai apakah kasus Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto dapat diberhentikan, kata Sufari, kemungkinan bisa saja. Karena penangan perkara tidak semuanya sama ditambah pihak kepolisian sampai saat ini belum dapat melengkapi petunjuk yang diberikan. “Bisa saja perkara tersebut SP3 (surat penghentian penyidikan). Karena hal itu tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” pungkasnya. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...