Search

Bobol Indomaret, Dua Pelajar di Probolinggo Terekam CCTV

Dua pelaku saat diintrogasi Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto.(foto: dic)
Dua pelaku saat diintrogasi Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto.(foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Dua pelajar yang masih duduk di bangku SMA di Kabupaten Prooblinggo, Jawa Timur, diciduk Satreskrim Polres Probolinggo, setelah terekam CCTV saat melakukan aksi kejahatan membobol indomaret di Desa/Kecamatan Paiton, Kabupaten setempat.

Dua pelajar yang masih di bawah umur tersebut berasal dari luar daerah Kabupaten Probolinggo. Yakni  FNK (16), warga Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, dan ARF (14), warga Kecamatan Karang Ploso, Malang, Jawa Timur.

Keduanya ditangkap di kamar kos di Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, beberapa hari lalu.

Dua pelajar ini melakukan aksi kejahatannya pada Kamis (28/3/2019) dinihari lalu. Keduanya diamankan selang beberapa hari kemudian pasca melakukan aksinya oleh Satreskrim Polres Probolinggo.

“Keduanya masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Kabupaten Probolinggo. Tentunya masih di abawah umur. Mereka kami amankan di Pasuruan pada Minggu malam lalu. Keduanya terkekam CCTV,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto, Senin (15/4/2019).

Dua pelaku tersebut kata Eddwi, kerap berpindah-pindah lokasi usai melakukan aksinya itu. Selang beberapa hari kemudian setelah membobol indomaret, dengan waktu yang singkat, dua pelaku berhasil diamankan.

Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp 9 juta, kaos, celana dan 3 unit ponsel. Selain itu, ada beberapa voucher belanja, voucher game, rokok dan barang lainnya.

“Dua pelaku ini mencuri uang sebanyak Rp 23 juta yang berada dalam berankas indomaret. Uang yang kami amankan sebanyak Rp 9 juta itu, sisa uang yang sudah dibelanjakan oleh kedua pelaku. Mereka membobol genteng dan plafon,” jelas mantan Kabag Ops Polrestabes Surabaya ini.

Kata Eddwi, mereka bukan spesialis pembobol mini market atau rumah. Keduanya mengaku masih baru pertama kali melakukan kejahatan dengan membobol genteng dan plafon itu.

“Mereka melakukan kejahatan ini karena terpaksa demi kebutuhan mereka setiap hari. Karena mereka berasal dari luar daerah, yang belajar di Kabupaten Probolinggo,” terang pria dengan dua melati di pundaknya ini kepada reportasenews.com.(dic)

 




Loading Facebook Comments ...