Search

Bos First Travel dan Istri Ditangkap Bareskrim Polri

Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari, yang merupakan bos dan istri pemilik Biro Umrah First Travel ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. (foto: pengusaha.us)
Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari, yang merupakan bos dan istri pemilik Biro Umrah First Travel ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. (foto: pengusaha.us)

Jakarta, reportasenews.com – Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari, yang merupakan bos dan istri pemilik Biro Umrah First Travel ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Keduanya ditangkap atas dugaan penipuan jamaah Umrah.

Kedua tersangka adalah warga Sentul. Keduanya ditangkap di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI setelah melakukan konferensi pers.

“Kedua tersangka ditangkap di kompleks Kemenag pada Rabu (9/8) pukul 14.00 WIB,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, Kamis (10/8).

Rikwanto menambahkan dua tersangka, selain berstatus suami istri juga menjabat sebagai Dirut dan Direktur First Travel.”Kedua tersangka merupakan Dirut dan Direktur PT First Anugerah Karya Wisata, penyelenggara perjalanan ibadah umrah,” kata Rikwanto.

Keduanya ditangkap atas dugaan penipuan terhadap ribuan calon jamaah Umrah. “Pelaku menjanjikan dengan cara menawarkan biaya umrah yang murah,” cetusnya.

Polisi telah memeriksa 11 saksi terkait dengan kasus tersebut. Keduanya dijerat dengan Pasal 55 jo Pasal 378 dan 372 KUHP serta UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Sepak terjang Biro Umrah First First Travel berakhir setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana di biro perjalanan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) juga mencabut izin penyelenggaraan Umrah First Travel.

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan pencabutan izin tersebut dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“First Travel sebagai biro travel yang kelola perjalanan umrah kita tarik kembali izinnya, ini karena mereka beberapa kali ingkar janji dan kecenderungannya sangat mengkhawatirkan. Karena semakin banyak korban yang tidak bisa berangkat umrah sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” ujar Lukman, Sabtu (5/8).

Dia mengatakan, meskipun izin dicabut namun kewajiban First Travel untuk memberangkatkan atau mengembalikan dana jemaah harus dilakukan.

“Pencabutan tidak menghilangkan kewajiban mereka. Pertama adalah memberangkatkan yang belum berangkat melalui biro travel yang lain dan mengembalikan dana yang sudah disetorkan oleh jemaah,” tegas Lukman.

Penghentian izin ini tertuang dalam surat Pengantar Keputusan Menteri Agama nomor B-3005/Dj/Dt.II.I/4/Hj.09/08/2017 yang diterbitkan pada 3 Agustus 2017.

Surat tertuju kepada Andika Surachman selaku Pimpinan First Travel dengan alamat Jl Radar Auri No 1 RT 04 RW 05 Cisalak, Cimanggis Depok.(ham/tat)




Loading Facebook Comments ...