Search

BPH Migas Sampaikan Solusi Atasi Kelangkaan Gas Elpiji

BPH Migas, Fanshurullah Asa bersama Pertamina melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di kediaman Bupati Muda Mahendrawan. (foto:das)
BPH Migas, Fanshurullah Asa bersama Pertamina melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di kediaman Bupati Muda Mahendrawan. (foto:das)

Kubu Raya, reportasenews.com –   Rombongan BPH Migas yang dipimpin Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa bersama Pertamina melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di kediaman Bupati Muda Mahendrawan, Jalan Tanjung Sari Pontianak Tenggara (13/09/19).

Turut hadir pada kunker tersebut Kepala Seksi Pengawasan Ketersediaan BBM Cristian Tanuwijaya, Branch Manager PT Pertamina Kalbarteng Muhammad Ivan Suhada, Pejabat di lingkungan Ditjen Migas ESDM RI, dan sejumlah kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan karena adanya laporan kekurangan stok LPG pada masa Lebaran di Desa Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) pada hari Senin (10/06/2019).

Dalam menyelesaikan masalah tersebut, hal yang paling penting dalam kondisi seperti ini adalah adanya koordinasi yang cepat dan baik dari pihak Pertamina sebagai penyalur LPG bersubsidi dengan Pemda Kubu Raya yang langsung berkomunikasi dengan Kepala BPH Migas selaku Wakil Koordinator Posko Nasional Sektor ESDM menghadapi hari raya Idul Fitri 1440 H, maka apapun persoalan di masyarakat semuanya pasti akan dapat terselesaikan dengan cepat dan baik. Seperti yang telah dilakukan oleh Bupati Kubu Raya dengan langsung menghubungi Kepala BPH Migas untuk mencari solusi yang terbaik.

Beberapa langkah yang akan diambil untuk mendapatkan solusi yang permanen dalam menyelesaikan permsalahankelangkaan LPG diantaranya adalah Penyesuaian HET (Harga Eceran Tertinggi) melalui SK Bupati khususnya untuk Kecamatan Batu Ampar dan daerah pesisir lainnya,

Menambah 8 agen penyaluran LPG sehingga total menjadi 9 agen, Menambah kuota LPG 3 kg sebanyak 15rb tabung sehingga total menjadi 35rb tabung, Mengubah jalur pendistribusian LPG, ada tiga desa di Kecamatan Batu Ampar yang sebenarnya lebih dekat dengan Kabupaten Kayong Utara, yakni Kecamatan Seponti Jaya, maka pasokan elpiji di tiga desa ini bisa disuplai dari KayongUtara.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan, SH mengatakan adanya solusi mengatasi kelangkaan LPG di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, karena adanya sinergisitas antara Pemkab Kubu Raya, Pertamina dan BPH Migas dan mengapresiasi cepatnya penyelesaian masalah tersebut.

Menurut Kepala BPH Migas, LPG 3 Kg memang komoditi utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga jika ada potensi kekosongan gas elpiji, ia meminta untuk di informasikan kepada pihaknya lebih cepat, agar bisa melakukan langkah antisipasi.

Kuota LPG 3 Kg untuk Kabupaten Kubu Raya sekitar 14.800 Metrik Ton (MT) dan saat ini sampai akhir bulan Juni 2019 mendatang masih tersisa 8300 MT atau tersisa 43 persen dari jumlah kuota.

“Melihat kuota yang cukup mepet di enam bulan terakhir, harapan kami kita bisa melakukan pengawasan, bahkan Sidak bersama untuk hotel, restoran dan Cafe untuk beralih menggunakan LPG non subsidi,” katanya.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengapresiasi respon cepat tanggap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji tiga kilogram di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.

“Secara pribadi, saya sangat mengapresiasi respons cepat dan tanggap dengan apa yang sudah dilakukan bapak Bupati Muda bersama pihak Pertamina dalam mengatasi persoalan pasokan elpiji bersubsidi di Desa Padang Tikar,” kata FanshurullahAsa di Pontianak, Jumat.

Menurutnya, komunikasi dan langkah yang dilakukan Muda hendaknya dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengatasi persoalan di masyarakat di setiap daerah.

“Apapun kedepannya yang paling terpenting adalah QuickRespons (Respon Cepat) untuk mencarikan solusi yang terbaik secara bersinergi”, tuturnya.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji di tengah masyarakat, yang paling terpenting adalah, adanya koordinasi yang cepat dan baik dari pihak Pertamina sebagai penyalur dengan Pemda yang langsung berkomunikasi dengan pihaknya, maka apapun persoalan di masyarakat semuanya pasti akan dapat terselesaikan dengan cepat dan baik.

“Jika komunikasi antara pemda dengan lembaga kementerian sudah terjalin dengan baik, Insya Allah apapun persoalan yang ada di masyarakat dapat diselesaikan dengan cepat dan baik. Kondisi ini sudah dibuktikan langsung oleh masyarakat di Desa Padang Tikar beberapa hari lalu, dimana masyarakat di sana sudah merasakan langsung respons cepat yang dilakukan Bupati Muda dengan pihak Pertamina dalam memenuhi kebutuhan elpiji bersubsidi,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Ifan ini mengatakan, kasus kekurangan pasokan elpiji 3 kilogram di Kecamatan Batu Ampar sebagai contoh, ketika komunikasi itu cukup melalui Whatsapp, pihaknya langsung merespon.

“Saya waktu itu masih di Posko Satgas BPH, ketika itu telepon selular saya tinggal di rumah dan sesampainya di rumah, saya baca WA dari Pak Muda Mahendrawan, lengkap dengan videonya. Kemudian saya kontak Dirut Pertamina, dalam waktu beberapa menit langsung di jawab dan langsung saya sampaikan ke Pak Bupati dan Alhamdulillah begitu cepatnya respon yang dilakukan Pak Bupati,” kata dia.

Dengan peristiwa ini, Ifan mengharapkan, ke depannya komunikasi semakin baik, persoalan apa pun yang ada di Kubu Raya yang berkaitan dengan BPH Migas dan Pertamina karena pihaknya akan siap membantu.(das)




Loading Facebook Comments ...