Search

BPOM Pontianak Gerebek Gudang Distributor Obat Tradisional Ilegal

BPOM Pontianak saat konferensi pers penggerebekan obat tradisional ilegal. dan menangkap satu tersangka distributor. (foto:das)
BPOM Pontianak saat konferensi pers penggerebekan obat tradisional ilegal. dan menangkap satu tersangka distributor. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Balai Besar pengawas obat dan makanan (BPOM) Pontianak merilis hasil penindakan terhadap sarana distribusi obat tradisional illegal atau tanpa izin edar serta mengandung bahan kimiwi obat di kota Pontianak.

“Ada 142 item obat tradisional dengan total 31.080 kemasan obat,” kata Kepala BPOM Pontianak, Susan Gracia Arpan dalam pres rilis di kantor BPOM Pontianak, Senin (9/7).

Operasi dilakukan terhadap dua tempat kejadian yang merupakan Gudang distributor obat tradisional. “Sebagian besar produsen obat ini dari Jawa,” ujarnya.

Penindakan di dua Gudang ini dilakukan dua hari yakni pada tanggal 5 sampai 6 Juli 2018.

“Obat-obat tradisional ini mengandung bahan kimia obat, dan illegal karena tanpa izin edar. Ini tentu merugikan kesehatan masyarakat apabila mengkonsumsinya,” tegasnya.

Susan mengatakan, peredaran obat tradisional illegal dan mengandung bahan kimia obat ini belum dijamin dari sisi keamanan dan mutu produk.

Selain itu, sesuai ketentuan obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia obat.

“Jenis temuan obat tradisional dan mengandung bahan kimia obat antara lain, Obsagi, Chang San, Tawon Liar, Montalin, remain, Nofat, Raja Kakak Tua Gigi Gusi, Rani, Wang Tong, Daun Mujarab, Godong Ijo, Beruang Black, Kuda Liar, Asam Urat Flu Tulang, Bugarin, Lida, dan Herbalin,”sebutnya.

Dijelaskanya, obat-obat tradisional ini mengandung salahsatu jenis bahan kimiawi obat seperti parasetamol, sibutramine hidroklorida, natrium diklofenak, chlorfeniramin maleat (CTM), Deksametason, Prednisolon, Kafein, Sildenafil.

“Jika dikonsumsi terus menerus dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, terutama kerusakan hati dan ginjal serta moon face,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas sehingga tidak mengkonsumsi obat tradisional tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia obat yang dapat merugikan kesehatan.

Selain itu, konsumen dapat melakukan cek klik sebelum mengkonsumsi produk untuk memeriksa kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa.

“Obat tradisional seperti jamu mengandung bahan kimiawi obat, sangat berbahaya karena dosisnya tidak terukur. Karena itu konsumsi obat hanya untuk para medis yang dosisnya terukur,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...