Search

Budaya Pemersatu Bangsa, Cap Go Meh 2020 di Singkawang Sukses Satukan Perbedaan

Parade budaya nusantara. (foto:fat)

Singkawang, reportasenews.com  – Festival Cap Go Meh 2020 di kota Singkawang berlangsung semarak, Sabtu (8/2). Sejumlah pejabat daerah, politisi nasional, artis ibukota Jakarta, hingga turis mancanegara turut hadir menyaksikan acara tersebut.

Puncak Imlek 2571 atau Cap Go Meh 2020 mengambil tema Budaya Pemersatu Bangsa dihadiri Menteri Agama, Fahrul Razi.  Penyelenggaraan Cap Go Meh di kota Singkawang digelar sejak 23 Januari 2020 hingga 9 Februari 2020. Festival Cap Go Meh digelar ragam jajanan kuliner tradisional lokal, pentas seni musik dan tari, serta pameran expo UKM. Selain itu juga ada atraksi naga dan pemilihan duta wisata lokal, Hakka Ako Amoi 2020.

Pada sambutannya Gubernur Kalbar mengatakan event Cap Go Meh Di Singkawang menjadi event wisata terbesar di Kalimantan Barat maupun di Indonesia.

“Semenjak saya jadi Walikota saya tidak mengizinkan tatung main di Pontianak supaya fokus di Singkawang. Jadi di Pontianak hanya naga saja. Jadi bagi penonton yang mau nonton punya pilihan. Apakah mau nonton naga di Pontianak atau Tatung di Singkawang, jadi naga mau panjang seberapa pun tidak masalah,” selorohnya.

Bang Midji-nama panggilannya- juga mengapresiasi jajaran Pemkot Singkawang berdasarkan kerjasama dengan Tim Koordinator dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan evaluasi sistem Monitoring Center For Prevention (MCP) di Kalimantan Barat untuk mengawasi pemerintah daerah.

“Sekarang Kota Singkawang berada di urutan kedua setelah Provinsi Kalbar,” ujar Midji.

Sutarmidji menyebutkan  saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan evaluasi sistem Monitoring Center For Prevention (MCP) di Kalimantan Barat untuk mengawasi pemerintah daerah, dan  sekarang Kota Singkawang berada di urutan kedua setelah Provinsi Kalbar.

“Perizinan di Kota Singkawang kini menjadi pelayanan tercepat di Kalbar. Terus perbaiki dan berbenah. Untuk progres yang sudah dilakukan oleh Pemkot Singkawang, saya apresiasi dan sudah diresmikan juga command center Kota Singkawang. Jadi semua data bisa di akses oleh masyatarakat melalui command center,” bebernya.

Sutarmidji menambahkan, kota Singkawang juga sebagai kota tertoleran di Indonesia itu adalah kunci untuk melaksanakan pembangunan.

“Inilah modal kita bersama untuk menciptakan pembangunan dan mempercepat ketertinggalan, keberagaman ini menjadi modal utama selain keamanan,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...