Search

Budi Waromi: Masyarakat Harus Gunakan Hak Pilih Secara Demokratis

Budi B Waromi, Tokoh Masyarakat Adat Wilayah Saireri.  ( foto : riy )
Budi B Waromi, Tokoh Masyarakat Adat Wilayah Saireri.  ( foto : riy )

Jayapura, reportasenews.com – Budi Baldus Waromi selaku tokoh masyarakat adat wilayah Saireri sekaligus pengurus Forum Pembaharuan Kebangsaan Provinsi Papua (FPKP) menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya secara demokratis untuk memilih kepala daerah sesuai yang diharapkan dalam memimpin Papua lima tahun kedepan. Hal ini ia ungkapkan sebagai bentuk komitmen dari seluruh masyarakat adat Saireri dalam mensukseskan Pilkada Damai 2018.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan hak politis secara demokratis dalam Pilkada nanti. Kalau itu yang dilaksanakan, harapannya akan berlangsung dengan sukses. Mari kita pilih pemimpin sesuai dengan hati nurani. Dalam Pilkada ini, kita harus bergembira bersama,” ungkapnya kepada awak media di Kota Jayapura.

Selain itu, Budi meminta agar masyarakat lebih cerdas dalam menggunakan hak pilihanya tanpa terkontaminasi oleh oknum ataupun aktor politik yang dimungkinkan akan menciderai jalannya Pilkada. Bahkan, dirinya mengajak para tokoh masyarakat dan juga para tokoh adat di seluruh wilayah Papua agar bersama-sama mengambil peran menyerukan Pilkada Damai dalam menyongsong Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang berlangsung pada Juni mendatang.

“Hak demokratis ini betul betul dilaksanakan secara baik. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang akan membuat ketidakberhasilan dalam pelaksanaan Pilkada Papua 2018 ini,” kata Budi menyerukan.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan Pilkada, bisa saja timbul hal-hal yang memungkinkan ternjadinya kolusi antara pihak penyelenggara (KPU -red) dengan Pasangan Calon (Paslon) yang akhirnya memunculkan masalah yang berkepanjangan hingga  dilaksanakannya pemilihan suara ulang (PSU).

Atas potensi itu, lanjut Budi, pihaknya sebagai elemen pendukung suksesnya demokrasi, secara terbuka memberi waktu berdiskusi dengan pemerintah Provinsi dan juga DPRD untuk menganggarkan dana bagi tokoh adat dan tokoh masyarakat agar dapat melaksanakan perannya secara berksesinambungan dalam mensukseskan Pilkada Damai di Bumi Cenderawasih.

“Kita harus terbuka berbicara dengan pemerintah provinsi dan DPRD untuk menganggarkan dana bagi para tokoh adat dan tokoh masyarakat, sehingga bisa berperan secara serius guna meneruskan pengertian kepada masyarakat yang masih labil berdemokrasi. Dan kita harus serius dalam melaksanakan tugas supaya kedepannya bisa diantisipasi apa yang akan terjadi khususnya dalam proses Pilkada dan Pilgub,” harap Budi Waromi.

Dirinya juga berterimakasih kepada pihak kepolisian daerah Papua, khususnya kepada Kapolda Papua Ijren Pol Boy Rafli Amar dan juga jajaran pejabat Polda yang telah memberikan perhatian serius terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di Papua selama ini. Disamping itu, dirinya juga mengharapkan pihak penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu untuk bekerja sesuai dengan aturan dan menjaga independesinya. ( riy )




Loading Facebook Comments ...