Search

Bunuh Pemuda, Seorang Siswa SMA di Situbondo Divonis Lima Tahun

Hadiyanto divonis lima tahun kurungan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Senin (16/4). (foto:fat)
Hadiyanto divonis lima tahun kurungan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Senin (16/4). (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Hadiyanto, terdakwa kasus pembunuhan  terhadap seorang pemuda bernama Sudianto (20), warga Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Situbondo, divonis lima tahun kurungan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Senin (16/4).

Vonis lima tahun kurungan penjara yang dijatuhkan oleh Aditya selaku ketua majelis hakim PN Situbondo,  terhadap siswa kelas XII salah satu MA di Kabupaten  Situbondo itu, sama dengan tuntutan JPU Handoko, karena   pada sidang kasus pembunuhan sebelumnya, JPU juga menuntut terdakwa Hadiyanto lima tahun kurungan penjara.

Pantauan Reportasenews.com dilapangan,  sidang kasus pembunuhan dengan agenda pembacaan vonis oleh majelis hakim PN Situbondo, dengan  terdakwa salah seorang siswa MA di Situbondo itu, hanya berlangsung sekitart 15 menit di ruang sidang utama PN Situbondo.

“Karena berdasarkan fakta selama persidangan dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas, sehingga kami menjatuhkan vonis lima tahun penjara,”kata ketua majelis hakim Aditya, Senin (16/4).

Menurutnya, hal yang memberatkan terdakwa terbukti melakukan penusukan, sehingga mengakibatkan korban tewas, sedangkan yang meringankan, terdakwa masih muda, terdakwa juga menyesali perbuatannya. Selain itu, selama mengikuti proses persidangan, terdakwa berbuat santun dan menyesali semua perbuatannya.

Mengetahui terdakwa divonis lima tahun kurungan penjara oleh majelis hakim PN Situbondo,  baik JPU Handoko  dan Kholil selaku penasehat hukum terdakwa, kedunya mengaku menerima putusan yang dijatuhkan oleh  majelis hakim PN Situbondo.

“Saya menerima putusan majelis hakim, karena Pasal primernya yang menyebut pasal 338 KUHP tentang pembunuhan tidak terbukti. Karena tidak ada niat dalam aksinya tersebut. Sedangkan  yang terjadi hanya spontanitas,”bebernya.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...