Search

Bupati Pasuruan Ingatkan Kades dan Lurah Netral di Pemilu 2019

Suasana apel pagi di lingkungan Pemkab Pasuruan. (Foto : istimewa)
Suasana apel pagi di lingkungan Pemkab Pasuruan. (Foto : istimewa)
Pasuruan, reportasenews.com – Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengingatkan pada semua lurah dan kepala desa (kades) di Kabupaten Pasuruan untuk tidak ikut-ikutan berikan dukungan terhadap salah satu calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Pemilu 2019 mendatang.
Hal itu dikatakan Irsyad saat memimpin apel bersama karyawan Pemkab Pasuruan dan 341 kades dan 24 lurah, di halaman kantor Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, Senin (21/1/2019) pagi.”Kami ingatkan agar tak memanfaatkan anggaran dana desa maupun dana desa kepentingan politik salah satu peserta Pilpres atau Pileg 2019,” tegasnya.
Irsyad tak ingin mendengar ada kades maupun lurah yang berurusan dengan hukum. Apalagi menjelang Pilpres dan Pileg 2019 adalah momen yang rawan terjadinya penyalahgunaan wewenang maupun kekuasaan.”Semua harus netral.Jangan pernah saya mendengar ada kades atau lurah yang sengaja atau tidak sengaja terlibat dalam pileg ataupun pilpres 2019,” ujar dia.
Ia menjelaskan, Anggaran Dana Desa (ADD) atau Dana Desa (DD) yakni anggaran diperuntukkan oleh pemerintah untuk kemajuan dan pembangunan desa itu sendiri. Baik yang bersifat fisik maupun non fisik, tidak untuk mensukseskan salah satu pasang calon dalam pesta demokrasi.”Saya tekankan pada kades dan lurah, jangan main-main dengan ADD dan DD,” ucap Irsyad.
Ia juga mengingatkan agar seluruh kades juga harus mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan lancar, meski mereka tidak ada tugas secara langsung. Selain itu, kades di desanya bisa membantu, dalam penyiapan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) maupun tempat pemungutan suara (TPS).
Pada apel pagi kali ini, juga dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasuruan. Selain itu, seluruh kades dan lurah diingatkan terkait bencana, untuk koordinasi dan komunikasi dengan babinsa, babinkamtibmas maupun muspika. Agar masyarakat dalam kondisi tenang, tidak panik dan selalu merasa terlayani dengan baik. (abd)



Loading Facebook Comments ...