Search

Bupati Sambari Pimpin Upacara Hari Otoda XXIII di Gresik

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Ajudan Brigadir Atwil Waseso saat memimpin upacara. (foto:dik)
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Ajudan Brigadir Atwil Waseso saat memimpin upacara. (foto:dik)

Gresik, reportasenews.com – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke 23 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (29/4/2019). Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menjadi Inspektur Upacara dalam kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Gresik.

Diakui oleh Bupati, sejatinya Hari Otonomi Daerah Ke-XXIII yang mengangkat tema ‘Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif’ berlangsung pada Kamis, 25 April 2019 lalu. Namun berhubung banyak kegiatan yang tidak bisa ditunda maka baru kita laksanakan hari ini.

Dalam amanatnya, Bupati yang membacakan naskah Pidato Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, setidaknya terdapat tiga hal prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukannya kebijakan desentralisasi dari otonomi daerah.

“Otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat, otonomi daerah telah mampu mengembangkan sistem berkumpul, berserikat serta mengemukakan pikiran secara terbuka bagi seluruh masyarakat,” ujarnya di depan para peserta upacara.

Selain itu, kata Sambari, dengan desentralisasi yang telah berjalan selama ini maka berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak lagi harus malalui proses yang panjang dan berbelit-belit, tetapi menjadi lebih efisien dan responsif.

“Masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif untuk turut serta membangun daerahnya. Melalui kebijakan desentralisasi, pemerintah daerah telah diberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengelola, menggarap potensi ekonomi yang ada di daerah. Dengan demikian, berbagai aktifitas ekonomi di daerah dapat tumbuh dengan pesat,” ungkapnya.

Bupati Sambari menambahkan di era perkembangan otonomi daerah, posisi masyarakat bukan hanya konsumen pelayanan publik sehingga semua ASN di daerah harus mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

“Kita harus bisa beradaptasi dengan kepentingan masyarakat. Mari kita kawal otoda agar diisi dengan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dengan mendorong munculnya kemandirian dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, baik itu SDM maupun SDA,” tegas Sambari.

Pada kegiatan upacara Otoda yang dilaksanakan oleh Pemkab Gresik ini juga tampak hadi wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim, Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya serta segenap anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta yang mewakilinya. (dik)




Loading Facebook Comments ...