Search

Buronan Kejaksaan Batam Kasus Pemalsuan, Ditangkap di Kediamannya

unnamed
Batam,reportasenews.com – Petugas Kejaksaan Negeri Batam bersama tim Intelijen Kejagung akhirnya berhasil menangkap terdakwa,Hamidah Asmara Intani Merialsa alias Intan malam ini sekira pukul 21.30 WIB(Rabu,5/12/2018) di daerah Tasikmalaya,Jawa Barat.
Wanita bertubuh gempal ini diketahui menjabat sebagai direktur PT.Diamond Marine Indah di bidang perkapalan,dalam pelariannya wanita tersebut terbilang licin dalam pelarian nya,bahkan terdakwa kerap berpindah-pindah tempat saat petugas mencari keberadaan nya.
Kurang lebih selama 3 tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2015 dengan tindak kriminal pemalsuan dokumen Kapal MV Engedi eks Eagle Prestige,Hamidah ditangkap di Batamia Art Komplek Ruko Rajapolah Permai No.15 Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut keterangan kepala kejaksaan negeri kota batam,Dedie Tri Hariyadi mengatakan,tersangka(Intan_red) kasus pemalsuan dokumen kapal asing ini ditangkap berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru No.139/Pid.B/2014/PT.PBR tanggal 26 februari 2015  dijerat pasal 263 ayat (2) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP tentang pemalsuan surat dengan pidana penjara selama 2 Tahun dan 6 bulan.
Saat ditangkap tim kejaksaan negeri batam yang di pimpin oleh kepala seksi pidana umum(Kasipidum),Filpan Fajar Dermawan Laia menjelaskan,Intan ditangkap disalah satu rumah miliknya di Tasikmalaya, saat ditangkap terpidana kooperatif dan tidak melakukan perlawanan.
Dalam penangkapan pelaku(Hamidah Asmara alias Intan) sedang berada dalam rumahnya dan tak berkutik saat petugas kejaksaaan masuk kedalam rumah miliknya.
“Saat ditangkap pelaku pemalsuan tanpa ada perlawanan,saat diamankan,pelaku sempat mengaku terkait kasus pemalsuan dokumen kapal melibatkan sejumlah pengusaha teras di kota batam”Kata Filpan pada reportase news.
Terpidana tersebut langsung dibawa menuju kejaksaan negeri Bandung untuk diamankan,rencananya besok pagi kamis diterbangkan dari bandara Bamdunh menuju Batam.
Berdasarkan salinan putusan hakim Pengadilan Negeri Batam dalam perkara No.395/PID.B/2014/PN.BTM Tanggal 8 Oktober 2014, Intan divonis selama 2 tahun dan 6 penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana,dengan sengaja memakai surat yang dipalsukan, seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan,kalau pemakaian surat itu dapat mendatangkan kerugian” sebagaimana dalam dakwaan subsider jaksa penuntut umum”jelas Filpan.(GUS)



Loading Facebook Comments ...