Search

Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Probolinggo Dilaporkan ke Mapores Situbondo

Ilustrasi. (foto:ist)
Ilustrasi. (foto:ist)
Situbondo,reportasenews.com – Mengaku dicabuli salah seorang pengasuh Ponpes di Kraksaan, Probolinggo, seorang santri berinisial AS (20) warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, melaporkan kasus pencabulan yang dialaminya ke SPKT Polres Situbondo, Senin (27/8/2018).
Pasalnya, kasus persetubuhan yang dilakukan oleh oknum pengasuh Ponpes berinisial HS (40), asal Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo itu, dilakukan di salah satu hotel di Pantai Wisata Pasirputih, Situbondo, Jawa Timur pada Sabtu (25/8/2018) lalu.
Diperoleh keterangan, sebelum disuruh melayani nafsu syahwat HS, korban AS yang hendak belajar ilmu agama di Ponpes yang diasuh oleh  HS itu, korban diminta belajar ilmu agama secara privat, namun dengan syarat harus nikah  siri agar tidak haram saat belajar berdua, karena bukan muhrimnya.
Mendapat tawaran agar melakukan nikah siri, pihak keluarga AS langsung setuju, dengan syarat tidak diperlakukan layaknya suami istri, sehingga nikah siri dilakukan didalam mobil,   di dekat toko ayahnya korban di Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo.
Ironisnya, setelah korban pulang ke rumahnya, korban  dijemput oleh HS  dengan dalih akan diberi mahar, namun setelah dijemput korban jutsru diajak jalan-jalan ke pantai wisata Pasir Putih Situbondo. Bahkan, korban mengaku dipaksa melayani nafsu syahwatnya di salah satu hotel di Pasir Putih, Situbondo.
Nah, karena takut dengan ancaman yang dilakukan oleh HS, sehingga AS mengaku terpaksa melayani nafsu syahwatnya sebanyak 2 kali. Selain itu, sebelum melayani nafsu syahwatnya, korban disuruh minum oleh pelaku, sehingga mengakibatkan korban linglung.
Mendapat laporan anaknya yang mengaku disetubuhi oleh HS, orang tua korban langsung melaporkan kasus yang dialami putrinya ke SPKT Polres Situbondo, setelah sebelumnya sempat ditolak  melaporkan ke SPKT Probolinggo, karena TKP pencabulan tersebut di Probolinggo.
“Saya tidak terima atas perlakuan ini. Kawin siri bukan untuk diperlakukan seperti itu, dengan cara memaksa dan memberi anak saya obat. Ini adalah penipuan, saya dan anak saya merasa ditipu. Oleh karena itu, saya laporkan kasus persetubuhan ke SPKT Polres
Situbondo” kata Budi, orang tua korban AS, Senin (27/8/2018).
Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo membenarkan laporan kasus pencabulan, dengan terlapor oknum pengasuh Ponpes di Probolinggo berinisial HS.
“Untuk menindaklanjuti kasus persetubuhan tersebut, penyidik perempun dan anak (PPA) Polres Situbondo akan memanggil sejumlah saksi untuk diminta keterangannya,”kata Iptu Nanang Priyambodo.(fat)



Loading Facebook Comments ...