Search

Ini Cara Kapolres Gresik Atasi Persoalan Buruh

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat melakukan pendekatan humanis dengan para pekerja di Gresik. (foto:dik)
Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat melakukan pendekatan humanis dengan para pekerja di Gresik. (foto:dik)
Gresik, reportasenews.com – Guna mengatasi persoalan upah sektoral, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro memilih langkah bijak dengan melakukan pendekatan humanis. Orang nomor satu di Polres Gresik ini mengajak para pekerja dan buruh pabrik makan siang bersama di RM Bebek Goreng H Slamet, Kamis (17/1/2019). Dalam pertemuan tersebut, masalah upah sektoral kota/kabupaten (UMSK) menjadi topik pembahasan utama. Para buruh dan pekerja berdiskusi bersama dengan gayeng.
Sejumlah pejabat utama (PJU) Polres hadir dalam pertemuan tersebut. Diantaranya, Wakapolres Kompol Dhyno Indra Setyadi, Kasat Intelkam AKP Yuli Rianto, Kasatlantas AKP Wikha Ardilestanto dan Kapolsek Manyar AKP Ady Nugroho.
Perwakilan DPC SP/SB Kabupaten Gresik dari beberapa organisasi turut hadir. Antara lain, Panjang Apin Sirait dari KEP KSPI, Agus Salim dari KAHUTINDO, Ali Muchsin dari LEM KSPSI, Subari dari KAHUT KSPSI, Sugianto dari FPN, Mashudi dari TSK KSPSI, Nasrun Koroy dari FSPTI KSPSI, M. Burhan dari FNPBI, Syafii RTMM KSPSI, Teguh dari NIBA KSPSI, dan Sugito dari LOMENIK KSBSI.
Perwakilan Sekber DPC SP/SB menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kapolres beserta jajaran dalam pertemuan tersebut. Selain itu, para pekerja dan buruh menyampaikan permohonan maaf karena telah menutup jalan untuk aksi pada Rabu (16/1) kemarin.
Meski demikian, Sekber DPC SP/SB berkomitmen untuk ikut serta menjaga suasana di Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif. Itu merupakan bentuk apresiasi para pekerja dan buruh terhadap kepolisian, khususnya Polres Gresik, yang selama ini telah membantu mengawal jalannya unjuk rasa.
Sementara itu, AKBP Wahyu S Bintoro menyatakan paguyuban kampung SP/SB yang telah dibentuk harus bisa menjadi ajang silaturrahmi. Aspirasi kaum pekerja dan buruh bisa ditampung dan disampaikan kepada pemangku kebijakan.
Menurut Kapolres, persoalan UMSK seharusnya disampaikan jauh-jauh hari. Minimal, Polres bisa membantu memfasilitasi untuk menyampaikan aspirasi para pekerja dan buruh ke jajaran Pemkab Gresik. ”Kita perlu menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik untuk menemukan solusi atas suatu masalah,” tandasnya.
Alumnus Akpol 1998 itu juga meminta para pekerja dan buruh tidak segan untuk memberikan informasi seputar masalah yang ada di perusahaan. Khususnya, yang berada di wilayah Kabupaten Gresik. Dengan demikian, antara instansi kepolisian dengan Sekber DPC SP/SB Kabupaten Gresik bisa saling membantu. ”Khususnya untuk menjaga kondusivitas di wilayah Gresik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres memastikan bahwa aspirasi dan harapan Sekber DPC SP/SB akan ditampung dan ditindaklanjuti. Khususnya terkait UMSK Kabupaten Gresik 2019. ”Kita pasti akan berupaya untuk membantu menindaklanjuti,” pungkas perwira dengan dua melati di pundak itu kepada Reportasenews.com. (dik)



Loading Facebook Comments ...