Search

Catut Nama Kajari dan Kasi Pidum, Dua Pelaku Penipuan  Dijebloskan ke Rutan Situbondo  

Dua tersangka Pelaku penipuan dengan mencatut nama Kajari dijeblokskan ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, Jawa Timur. (foto:fat)
Dua tersangka Pelaku penipuan dengan mencatut nama Kajari dijeblokskan ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, Jawa Timur. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Melakukan aksi penipuan dengan modus mencatut nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Situbondo dan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Situbondo, dua tersangka dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, Jawa Timur,   Kamis  (20/09/2018).

Penahanan terhadap dua tersangka pelaku penipuan tersebut. Itu dilakukan setelah berkas perkaranya dinyatakan telah  P-21 atau sempurna oleh pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo, Jawa Timur.

Dua pelaku penipuan dengan modus mencatut nama Kajari dan Kasi Pidam Kejari Situbondo.  Mereka adalah , Didik Indri Agustono (44), warga  Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso  dan Jamilul Ekhsan (42),  warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Situbondo.

Pantauan Reportasenews.com dilapangan, pada saat kedua tersangka akan diserahkan oleh penyidik Satreskrim Polres Situbondo  ke penyidik kejaksaan, sejumlah warga yang menjadi korban langsung menghardik dan menghujat kedua tersangka penipuan uang sebesar Rp 84 juta tersebut.

Bahkan, salah seorang korban penipuan sempat mendorong tersangka saat akan memasuki kantor Kejaksaan Negeri Situbondo. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, tersangka dan korban penipuan dilerai oleh petugas. Selanjutnya,  kedua tersangka penipuan diamankan ke ruang penyidik Pidum Kejari Situbondo,  umtuk menjalani pemeriksaan.

salah seorang tua korban, Hosnan menjelaskan, pada saat anaknya terjerat kasus penipuan pembelian sawah, dua orang itu meminta uang dengan mengatasnamakan Kasi Pidum dan Kejari. “Namun setelah  saya klarifikasi ke Kasi Pidum dan Pak Kajari sama sekali tidak pernah menerima uang,”ujar Hosnan,  Kamis (20/9/2018).

Menurutnya, mereka mengaku kepada dirinya sebagai orang suruhan Kasi Pidum dan Kajari Situbondo.”Awalnya  kedua tersaangka  mengaku hanya mau melakukan mediasi agar anak saya menyerahkan uang, total uang yang diserahkan sebesar Rp. 80 juta lebih, dalam kwitansi semuanya atasnama Kasi Pidun,” katanya.

Lebih jauh Hosnan menegaskan,  dirinya tidak kenal kepada dua tersangka, pada anaknya memiliki masalah terkiat jual beli tanah dan anaknya, yang  diharuskan mengembalikan uang, saat dilakukan  mediasi di Pengadilan Negeri (PN)  Situbondo.”Pertama saya serahkan uang sebesar Rp  30 juta dan kedua kalinya sebesar Rp 40 juta serta ketigakalinya Rp 14 juta. Itu semua ada kwitansinya,”bebernya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Situbondo, Bagus Nur Jakfar mengatakan untuk sementara yang ada barang buktinya masih dua orang tersangka, sedangkan dua orang lain akan menyusul.
“Dari perkara dua tersangka ini, penyidik menemukan barang bukti dan kerugian sebesar Rp 84 juta,”katanya.

Bagus Nur Jakfar mengatakan, dalam melakukan aksinya, kedua tersangka mengatasnamakan aparat kejaksaan untuk mengurusi salah satu perkara saudara Wiwit,  yang sudah diputus perkaranya di PN Situbondo.

“Kepada para korbannya, tersangka mengaku bisa membantu perkaranya dengan mencatut Kajari dan Kasi Pidum,  dengan cara  meminta sejumlah uang memuluskan perkaranya kepada para korban,”beber  Kasi Pidum Bagus  kepada sejumlah wartawan.

Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Bagus menegaskan, pihaknya berkometmen Situbondo sebagai wilayah  bebas korupsi (WBK). Sehingga pihaknya berkerja sama dengan pihak kepolisian untuk meminimalisir terjadinya masalah perkara kasus.

“Ini salah satunya, tapi kami juga mendapati fenomena baru permainan yang mengatasnamakan memuluskan perkara. Ini  merupakan bentuk kerjasama  kami dengan Polres Situbondo dalam mengungkap penipuan dengan  modus ini,”pungkasnya.

Usai menjalani pemeriksaan diruang Kasi Pidum Kejari Situbondo, dua tersangka penipuan  tersebut langsung digelandang ke mobil tahanan kejaksaan,  untuk dititipkan  ke Rutan kelas IIB  Situbondo, Jawa Timur.(fat)




Loading Facebook Comments ...