Search

Catut Nama Kyai, Info Hoax Gempa Beredar dan  Resahkan Warga Situbondo

warga Kabupaten  Situbondo, Jawa Timur  diresahkan dengan beredarnya kabar hoax tentang gempa bumi  melalui  grup Whatsapp (WA).
warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur diresahkan dengan beredarnya kabar hoax tentang gempa bumi melalui grup Whatsapp (WA).

Situbondo,reportasenews.com – Paska gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Situbondo sepekan lalu. Kembali  warga Kabupaten  Situbondo, Jawa Timur  diresahkan dengan beredarnya kabar hoax tentang gempa bumi  melalui  grup Whatsapp (WA).

Namun, untuk meyakinkan warga Kabupaten Situbondo,   pembuat info hoax dan  menyesatkan itu sengaja mencatut nama salah  seorang kyai kharismatik di Kabupaten  Situbondo.

Diperoleh keterangan, pesan berantai itu disebarkan  melalui  Whatsapp (WA)  itu beredar   dalam beberapa hari terakhir ini, dalam info hoax tersebut,  warga Kabupaten Situbondo  disarankan agar tidak tidur pada pukul 22.00 WIB. Selain itu, dalam pesan hoax itu   juga disarankan  untuk menyiramkan cuka sambil membaca salawat nariyah di halaman  rumahnya.

Bahkan,  di  dalam pesan berantai  tersebut  si pembuat info hoax  itu menyebutkan jika saran ini disampaikan langsung oleh salah satu kyai terkemuka dan kharismatik  di  Kota Situbondo, yakni disampaikan langsung oleh  KHR  Cholil As’ad, pengasuh Ponpes Wali Songo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo.

Namun, karena info hoax yang tersebar melalui WA itu diketahui sudah meresahkan warga Situbondo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo langsung melakukan klarifikasi melalui  Media Sosial Facebook  (Medsos FB). Bahkan,  dalam  klarifikasinya BPBD Situbondo  menyatakan informasi tersebut hoax.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mohon Kepada Masyarakat Untuk Tidak Kembali Menyebarkan Pesan Singkat Seperti di Gambar,” pernyataan resmi BPBD Situbondo lewat akun Facebooknya, Kamis (18/10/2018).

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo meminta agar siapapun yang membuat, menyebarkan, dan mengunggah kembali informasi hoax itu di Medsos itu  agar segera menghapusnya. Sebab, info tersebut meresahkan dan menyesatkan warga Situbondo.

“Namun, jika si pengunggah info hoax di medsos tidak menggubris himbauan ini, si penyebar info hoax itu terancam  dengan Undang-undang ITE,”kata Iptu Nanang Priyambodo.(fat)




Loading Facebook Comments ...