Search

Cegah Penyebaran Covid 19 Satpol PP Pontianak Himbau Taman Akcaya Dikosongkan Dari Aktifitas

Petugas gabungan Satpol PP kota Pontianak, Kodim 1207/BS, dan Polresta Pontianak Kota, menertibkan pusat keramaian,di Taman Akcaya. (foto:das)
Petugas gabungan Satpol PP kota Pontianak, Kodim 1207/BS, dan Polresta Pontianak Kota, menertibkan pusat keramaian,di Taman Akcaya. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Satpol PP kota Pontianak, Kodim 1207/BS, dan Polresta Pontianak Kota, Selasa (23/3),  kembali menertibkan pusat keramaian, salahsatunya di Taman Akcaya.

Pedagang yang memadati kawasan ini untuk sementara waktu tidak lagi membuka lapaknya untuk mencegah meluasnya penularan virus Corona. Himbauan petugas sempat membuat pedagang protes.

Mereka menilai penutupan ini dapat mematikan usaha mereka. Sementara sejak mewabahnya Corona dan kota Pontianak berstatus kejadian luar biasa (KLB), pembeli semakin sepi.

“Kami meminta waktu untuk menuruti aturan ini. Kami memohon, kondisi ini membuat kami sulit. Bagaimana kami mendapatkan uang untuk kehidupan keluarga kami, jika usaha kami ditutup,” ujar Edward, salahsatu perwakilan pedagang di Taman Akcaya.

Protes pedagang ini diamini Kasi Operasi dan pengendalian Satpol PP,  Satryo, SH. Namun ia meminta pedagang memahami kondisi dan situasi mewabahnya Corona ini.

Pihaknya hanya melaksanakan himbauan dan menertibkan masyarakat yang masih melaksanakan aktifitas di malam hari, termasuk di pusat keramaian seperti Taman Akcaya ini.

Satryo menyebutkan dasar penertiban ini berdasarkan pertimbangan dari Surat Edaran Walikota Pontianak Nomor 7/ Dinkes/ tahun 2020 tentang Kewaspadaan terhadap Resiko penularan infeksi Covid 19, serta keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 369 tahun 2020  dan keputusan Walikota Pontianak Nomor 478/Dinkes/tahun 2020 tentang penetapan kejadian luar biasa Covid 19.

“Langkah mencegah adanya kerumunan warga memang harus terus dilakukan. Kita berharap situasi ini segera berakhir, dan masyarakat diminta berkerjasama untuk tetap berada di rumah,” tegasnya.

Beberapa surat edaran ini juga disampaikan langsung kepada pengelola rumah makan maupun warung kopi agar hanya melayani pembelian tidak ditempat alias dibungkus dan dibawa pulang.

Sebagian warung kopi memang memilih tutup dan membatasi jam operasionalnya. Namun sebagian lagi, di kawasan Jalan putri Chandramidi, jalan Gusti Hamzah, dan Jalan H. Rais A. Rahman, Jalan Husien Hamzah, jalan Ampera, yang tetap buka dan melayani pembeli untuk nongkrong di warung.

Petugas kembali mendatangi dan membubarkan kerumunan warga. Kedepannya sanksi pencabutan dan penutupan akan diberlakukan pemerintah kota Pontianak jika masih ada warung kopi yang membandel. Operasi ini yang tergabung  Satgas Kontinjensi Covid19 Kapuas di bantu oleh personil dari Koodim 1207/BS dan Polresta Pontianak tetap dilakukan sampai wabah Corona ini mereda. (das)




Loading Facebook Comments ...