Search

Cegah Virus Corona, Bandara Supadio Perketat Pengawasan Turis Mancanegara

Otoritas bandara internasional Supadio, Kubu raya, perketat pengawasan dan pemantauan di terminal kedatangan penumpang internasiona
Otoritas bandara internasional Supadio, Kubu raya, perketat pengawasan dan pemantauan di terminal kedatangan penumpang internasiona

Kubu Raya, reportasenews.com – Otoritas bandara internasional Supadio, Kubu raya, perketat pengawasan dan pemantauan di terminal kedatangan penumpang internasional. Hal ini untuk mengantisipasi masuknya virus corona  di daerah ini.

Tidak hanya penumpang pesawat, para petugas yang bekerja di bandara hingga petugas kebersihan diwajibkan memakai alat pelindung diri dan terus menjaga kebersihan area terminal,  terlebih saat ini penumpang berasal dari luar negeri terus meningkat terutama dari Malaysia yang hendak menyaksikan perayaan Cap Go Meh 2571 di Singkawang dalam dua hari kedepan.

Pengawasan penumpang asal luar negeri ini sebagai bentuk menindaklantukti instruksi Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 800/0351/SEKRT-A/2020 tentang Kewaspadaan Terhadap Masuknya Virus Corona di Kalimantan Barat.

“Instruksi atau kebijakan Gubernur Kalbar mengenai Novel Corona Virus ini harus diketahui bagaimana penerapannya di lapangan, untuk itu kita tunjukkan proses kerja ini sebagai wujud dari kesiapan kita (pemerintah) dalam menyampaikan infromasi kepada masyarakat dengan bantuan kerjasama media, agar informasi yang beredar tidak simpang siur,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Sukaliman MT saat mengadakan Konferensi Pers di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, Kamis (6/2).

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M. Kes, Kepal Seksi PKC IV Bea Cukai Pontianak Bagus Endro Wibowo, Kementerian Kesehatan Pelabuhan Koordinator Wilayah Kerja Bandara Supadio dr. Andy Gunawan Pasaribu, EGM Bandara Supadio Pontianak Eri Braliantoro, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak Tatang Suheriyadin dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat Ir.Sukaliman.

Sementara otoritas bandara Internasional Supadio telah memasang alat thermo scanner di terminal kedatangan penumpang internasional. Alat ini telah terpasang sejak merebaknya kasus virus corona dari Wuhan,  China.

Pemasangan alat thermo scanner ini di terminal kedatangan internasional diprioritaskan bagi penumpang pesawat yang baru tiba di bandara internasional khususnya yang berasal dari luar negeri.

Selain pemasangan alat thermo scanner, petugas kantor kesehatan pelabuhan bandara internasional supadio juga menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker bahkan kacamata saat bertugas.

Selain itu, petugas KKP  juga menggunakan alat thermometer digital infrared yang diprioritaskan mengukur suhu penumpang luar negeri untuk mendeteksi kesehatan penumpang. Dengan bantuan alat-alat ini, pergerakan penumpang dari luar negeri terus terpantau.

“Sesuai SOP, kita siapkan ruang isolasi yang telah disiapkan bagi petugas KKP, dan menyiapkan masker kepada petugas dan penumpang, dan membuat surat edaran bagi stakeholder di bandara Supadio, dan petugas cleaning service tetap mengunakan anti septik membersihkan semua area terminal. Semua ini kita lakukan menjaga kebersihan, dan mecegah masuknya virus,” terang GM Angkasa Pura II Bandara internasional Supadio, Eri Braliantoro.

Otoritas bandara internasional supadio juga menyiapkan ruangan khusus isolasi bagi penumpang yang terdeteksi menderita sakit menular berbahaya atau dicurigai terjangkit virus dari luar.

Alat ini mirip kapsul tidur yang disebut hepa filter juga tersedia di ruangan ini. Hepa filter ini adalah alat yang berguna untuk menyaring udara di dalam ruangan isolasi yang telah terkontaminasi virus atau bakteri.

Saat ini bandara internasional supadio memang belum tersedia rute penerbangan langsung ke Tiongkok. Namun bandara internasional Supadio melayani penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura yang merupakan negara yang sudah terjangkit virus corona. Terlebih saat ini warga asing yang datang ke Pontianak atau Singkawang meningkat menjelang puncak perayaan imlek atau Cap Go Meh 2571 dalam dua hari  kedepan. (das)




Loading Facebook Comments ...