Search

Cerita Sukses Camat Pinang Jadi PR untuk UMKM

Camat Pinang Kaunang bersama sejumlah Lurah makan siang bersama di Warung Pinggir Rawa, Kampung Wisata Tepi Danau, Cipondoh, Kecamatan Pinang, Tangerang. (Foto: Tjg)
Camat Pinang Kaunang bersama sejumlah Lurah makan siang bersama di Warung Pinggir Rawa, Kampung Wisata Tepi Danau, Cipondoh, Kecamatan Pinang, Tangerang. (Foto: Tjg)

Tangerang, reportasenews.com – Sosoknya ramah dan bersemangat. Apalagi kalau diajak diskusi tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Itulah gambaran sosok Kaunang. Pria asal Solo, Jawa Tengah, yang kini menjabat sebagai Camat Pinang ini memang punya kepedulian yang besar terhadap kemajuan UMKM, terutama di wilayah Kecamatan Pinang, Tangerang, Banten.

Ketika dibincangi saat menikmati makan siang di Warung Pinggir Rawa, Kampung Wisata Tepi Danau Cipondoh, Kecamatan Pinang, Kaunang menceritakan kiprahnya membangun dan mengembangkan sejumlah UMKM.

Sejatinya, menurut dia, ada tiga masalah utama yang kerap dihadapi pelaku UMKM, yakni  permodalan, marketing, dan sumber daya manusia (SDM).

“Di era moderen ini, ada UMKM tidak bisa membeli atau menyewa toko. Namun, dengan dukungan tekonologi sekarang, berdagang bisa dilakukan secara online. Kita siarkan secara online untuk pemasarannya, sehingga tanpa modal besar UMKM bisa jalan,” kata camat yang memimpin wilayah berpenduduk sekitar 20 ribu jiwa ini.

Kaunang mengaku punya beberapa usaha kuliner yang punya ciri khas tersendiri. Salah satunya ada di Rawa Kunjai.

Sebagai birokrat, kata Kaunang, pemerintah memang harus mendorong dan memfasilitasi UMKM agar dapat berkembang dan bersaing. Dia mencontohkan, membantu para pelaku UMKM dalam mengemas produk yang dipasarkan sehingga menarik pembeli.

IMG-20200730-WA0020

“Bahkan sampai produk kuliner gado-gado. Penegemasannya kurang bagus, saya turun tangan, saya bantu dan bikin bagus. Ada usaha kembang goyang, saya datangi dan saya bikinin chanel youtube untuk sarana promosinya, sekarang sudah ramai,” ungkapnya.

Itu sebabnya, dia mendorong para lurah di wilayahnya turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi para pelaku UMKM di kelurahan masing-masing. Sebab, menurut dia, membangkitkan UMKM tidak bisa dengan hanya retorika. “Kita harus datang, merapat, mengetahui masalahnya, dan membantu memfasilitasinya,” tuturnya.

Selain modal yang terbatas, menurut dia, pengembangan pemasaran UMKM dapat diatasi dengan mempromosikannya lewat media sosial seperti youtube.

“Saya sudah tiga kali bikin (rekaman) youtube di sini. Tujuannya memviralkan tempat ini sebagai langkah promosi. Saya share di youtube, yang like sudah 8 ribu lebih. Kita harus berusaha,” ujarnya.

Kedepan, Kaunang berencana membangun satu destinasi khusus untuk wisata kuliner di Kecamatan Pinang. Di tempat ini nantinya tersedia beragam makanan khas Pinang.

“Kalo mau cari oleh-oleh Pinang, di situ lokasinya. Ada katalognya, jadi mudah mau cari dimana. Gerai sudah jalan. Ada di Kecamatan Pinang, konter UMKM agak besar. Bahkan, di sini ada konter UMM juga. Produknya macam-macam,” bebernya.

Sebagai camat, Kaunang tentunya punya target terntentu. Di antaranya, dia berusaha agar tidak ada lagi rumah kumuh di Kecamatan Pinang. Selain itu, dia berupaya agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah.

“Juga tidak ada lagi orang tidak kreatif di usia produktif. Semua harus kreatif. Tidak ada UMKM yang rabahan. Yang malas harus survive,” katanya.

Satu hal yang membuat Kaunang merasa bangga. Di Kecamatan Pinang,  ada UMKM yang memproduksi tas eceng gondok mampu menembus pasar Eropa dan Amerika.

“Eceng gondok yang kelihatan tidak berharga, diolah dan dibikin tas menjadi bernilai ekonomi dan dipasarkan ke Amerika. Kita bikin chanel youtube eceng gondok, yang subscribe dan like  sudah 27 ribu,” ungkapnya. (Tjg)




Loading Facebook Comments ...