Search

China Town Bandung, Kampung Tiongkok Rasa Bandung

Suasana tempat makan dengan lampion warna warni. (foto: nina harita)
Suasana tempat makan dengan lampion warna warni. (foto: nina harita)

ADA destinasi wisata baru di Bandung, Jawa Barat, namanya China Town Bandung. Katanya sih… tempatnya instagramable banget dan tempatnya asik buat nongkrong romantis dengan pasangan.

Saya lihat foto-fotonya dari beberapa review juga oke. Dan saya membayangkan suasana China Town seperti di cibubur. Penasaran, berkunjunglah saya ke sana. Saya pilih berkunjung di malam hari, karena katanya, kalau malam lebih romantis suasananya dengan lampion-lampion warna-warninya. Jadi ya saya mau membuktikan.

China Town Bandung terletak di Jalan Kelenteng, tak jauh dari pusat wisata Alun-alun Bandung. Bangunannya mencolok dengan cat merah yang mendominasi. Beli dulu tiket masuknya di bagian depan sebelum masuk lokasi.

Ruangan yang memajang barang antik ala Tiongkok. (foto: nina harita)

Ruangan yang memajang barang antik ala Tiongkok. (foto: nina harita)

Harga tiketnya Rp 10.000, tapi kalau weekend, harganya Rp 20.000. Saat membeli tiket, ada bonus berupa kue kecil rasa coklat yang enak. Di gerbang masuk, ada seorang perempuan yang menjaga untuk merobek karcis dan mengingatkan kalau semua transaksi di dalam adalah non tunai. Jadi untuk anda yang mau China Town Bandung, siapkan kartu bayar non tunai anda atau kartu debit bank apa saja.

Dari gerbang masuk sudah terlihat lampion-lampion warna-warni yang menarik hati. Saya berharap di sini saya benar-benar menemukan suasana seperti suasana negeri Tiongkok. Model bangunannya memang mengikuti bentuk bangunan tradisional Tiongkok.

Atap meruncing di kedua sisinya, ornamen-ornamen tulisan Tiongkok, hingga pramuniaganya juga memakai seragam dengan model baju tradisional Tiongkok. Ada tanaman bambunya juga menghiasi kebun yang berada di tengah-tengah pertokoan.

Salah satu kedai yang menjual jajanan khas Tiongkok. (foto: nina harita)

Salah satu kedai yang menjual jajanan khas Tiongkok. (foto: nina harita)

Pertama-tama yang saya kunjungi adalah sebuah ruangan yang memajang aneka barang unik khas negeri Tiongkok, mulai dari perabot dapur hingga sepeda tua dari Tiongkok dipajang di ruangan ini.

Ekspektasi saya di tempat ini adalah menemukan suasana, toko-toko, dan makanan yang semuanya khas negeri Tiongkok. Tapi ternyata, tak semua toko memajang barang-barang khas Tiongkok.

Suvenir-suvenir khas Tiongkok pun terbatas. Selebihnya toko-toko yang menjual barang-barang made in Tiongkok, seperti baju, sepatu, aksesoris, dompet, dan lain-lain. Ada beberapa permainan berhadiah di tempat ini. Hadiah yang didapat sesuai poin yang anda dapatkan, kebanyakan hadiahnya boneka.

Nah kalau untuk makanan…,ada beberapa kedai saja yang menjual makanan khas Tiongkok, seperti dimsum, bebek panggang dan beberapa menu lain. Saya mencoba menu dimsumnya. Harganya lumayan tapi enak.

Tapi tak banyak juga sih yang menjual Chinese food di sana. Malah yang lebih mencolok adalah beberapa kedai yang menjual aneka jajanan khas bandung, dan makanan tradisional Indonesia yang terletak di salah satu sudut lokasi ini. Hemm…, kayanya banyak masakan Indonesianya daripada masakan khas Tiongkok.

Meja-meja dan kursi makannya berada di dalam ruangan, tapi ada juga yang berada di luar ruangan. Untuk yang berada di luar ruangan, diatapi oleh lampion warna-warni dan bisa menikmati live music di malam hari.

Satu yang menarik di China Town Bandung ini adalah adanya tempat penyewaan kostum ala Tiongkok. Koleksi bajunya lumayan banyak dan bervariasi. Pengunjung bisa keluar memakai kostum dan melakukan swafoto.

Aneka permainan berhadiah. (foto: nina harita)

Aneka permainan berhadiah. (foto: nina harita)

Untuk lokasi-lokasi swafoto, hmm.. hanya ada beberapa spot saja yang menarik. Diantaranya lukisan pria Tiongkok yang sedang menggunting rambut, dan pengunjung bisa duduk di kursinya sehingga seolah sedang digunting rambutnya oleh Pria Tiongkok tersebut.

Satu lagi, ada toko merchandise resmi dari China Town Bandung yang menjual aneka souvenir unik dan menarik. Tersedia juga toko oleh-oleh yang menjual aneka jenis snack ala Bandung.

Kesimpulan saya tentang China Town Bandung adalah, pengelola tempat ini hanya menjual konsep ala Tiongkok saja. Sementara isi di dalamnya kurang terasa Tiongkoknya.

Tempatnya yang tidak terlalu luas, membuat wisatawan harus permisi-permisi kalau mau lewat. Jadi jangan berharap China Town Bandung ini akan sama dengan China Town yang ada di Cibubur yang luas.

Tapi bagaimanapun, kalau mau datang ke tempat ini ya silakan saja, tetap menarik kok, untuk nongkrong sama pasangan. China Town Bandung buka pukul 12.00-22.00 WIB untuk Minggu – Kamis. Sementara Jumat – Sabtu, buka pukul 12.00-24.00 WIB. (nina harita)




Loading Facebook Comments ...