Search

Dampak Covid 19, Omset Pedagang di Situbondo Turun Drastis 

Pasar Mimbaan Baru Situbondo sepi dari pengunjung akibat wabah virus corona. (foto:fat)
Pasar Mimbaan Baru Situbondo sepi dari pengunjung akibat wabah virus corona. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews,com – Mewabahnya  virus corona atau Covid 19 di Kabupaten Situbondo, dampaknya mulai dirasakan oleh para pedagang. Bahkan, sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah mengaku, omsetnya mengalami penurunan drastis.

Abdul Latif, salah seorang pedagang sembako di pasar Mimbaan Baru Situbondo mengatakan, dalam satu bulan terakhir ini,  omsetnya menurun hampir 75 persen dalam setiap hari. konsumen sudah tidak ramai lagi seperti biasa. “Sejak virus corona mewabah di sejumlah daerah di Indonesia, para pembeli sedikit yang datang ke pasar,”kata Abdul Latif, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, dalam sehari, pendapatannya rata-rata Rp 1 Juta. Tetapi kini, hanya Rp 250 ribu. Akan tetapi, dia memaklumi kondisi yang terjadi saat ini. “Semua orang sudah takut keluar,” katanya.

Hal senada disampaikan  Zainab, dalam beberapa pekan terakhir ini, omsetnya menjual baju dan pakaian yan lain mengalami penurunan yang sangat drastis. Bahkan, turunnya omset hingga mencapai 50 persen dari sebelumnya.”Sebelum virus corona mewabah di sejumlah daerah di Indonesia, setiap hari saya mendapat uang sebesar Rp.1 juta, namun sekarang hanya mendapat Rp.450 ribu hingga Rp.500 ribu setiap hari,”ujar Zainab.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo, Yogie Kripsian Sah mengatakan, sekitar 3.900 pedagang menggantungkan hidupnya di 17 pasar tradisional. Dia mengatakan, pasar-pasar memang sudah tidak ramai lagi. “Untuk persentase penurunan omset, masih tahap penghitungan dan observasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan menutup pasar. Para pedagang tetap diperkenankan menjalankan aktivitasnya seperti biasa. “Masyarakat memiliki kesadaran sendiri, untuk tidak beramai-ramai ke pasar,” jelasnya.

Yogie menjelaskan, pihaknya juga telah menyediakan tempat cuci tangan dan antiseptik di sejumlah pasar tradisional. Dia berharap, pedagang maupun pembeli, agar mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum dan setelah berbelanja. “Kemudian, menjaga kebersihan sekitar pasar,” ujarnya.

Dia mengatakan, secara umum saat ini harga di pasaran masih stabil. Hanya ada kenaikan pada komoditas gula pasir. Untuk tetap mengantisipasi lonjakan harga, Disperdagin akan melakukan pemantauan di pasar-pasar.

Yogie menegaskan, Disperdagin sengaja  melakukan rapat dengan para kepala pasar. Dalam kesempatan itu, semua kepala pasar diminta agar tetap menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Kemudian, agar meminimalisir keramaian.(fat)




Loading Facebook Comments ...