Search

Dampak Pandemi di Gresik, Banyak Pemulung Banting Setir Jadi Pengemis

Para pemulung yang mendadak menjadi pengemis dipulangkan ke daerahnya masing-masing. (foto:dik)

Gresik, reportasenews.com – Fenomena baru di tengah pandemi Covid-19 muncul di kota Gresik. Puluhan pemulung yang mengaku sepi rejeki akhirnya banting setir menjadi pengemis.

Selain dari Gresik, mayoritas mereka berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Tuban dan Ngawi. Bahkan ada juga yang berasal dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

“Ini fenomena baru. Mereka yang semula pemulung karena sepi beralih mengemis,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat  Pol PP) Pemkab Gresik Abu Hassan, Sabtu (16/5).

Lebih lanjut Hassan mengatakan, guna menciptakan situasi aman, tertib dan kondusif di bulan Ramadhan sekaligus menyambut lebaran, pihaknya menertibkan para pengemis ini dan selanjutnya dipulangkan ke kota asal dengan diberi sangu dan bingkisan secukupnya.

“Selain kami berikan bingkisan dan uang saku, mereka juga kami beri pengarahan agar tidak kembali lagi ke Gresik sekaligus kami minta untuk mencari pekerjaan di tempat asalnya masing-masing,” tandasnya.

Dikatakan Hassan, penertiban yang dilakukan Pemkab Gresik ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Apalagi di Gresik saat ini sedang masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Ini juga bagian dari upaya kami mencegah persebaran covid-19 di Kabupaten Gresik,” tegasnya serius.

Sementara, salah satu pemulung Mbok Nirah (60) asal Kapas, Bojonegoro mengaku sudah lebih dari 10 tahun di Gresik, namun alamat tinggalnya di Bojonegoro. Selama di Gresik, awalnya dia bekerja sebagai pemulung sampah. Namun, karena sepi, akhirnya ikut pemulung lainnya banting setir jadi pengemis. (dik)




Loading Facebook Comments ...