Search

Demi Beli Baju Lebaran, Pemuda Gresik Nekat Curi Sepeda Motor

Kapolres Gresik saat gelar perkara penangkapan pelaku curanmor. (foto:dik)

Gresik, reportasenews.com – Gegara ingin membeli baju baru buat lebaran, MS (20), pemuda pengangguran Gresik nekat mencuri sepeda motor. Akibat perbuatannya, pelaku bukannya lebaran dengan memakai baju baru, melainkan justru merayakan lebaran di penjara.

MS akhirnya diamankan Satreskrim Polres Gresik, usai yang bersangkutan mencuri sepeda motor milik Faris (25) warga Gresik, ketika keduanya sempat ngopi di salah satu warung yang berada di Jalan Raya Dr Soetomo, Gresik.

Dari pengakuan MS, hasil pencurian sepeda motor digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli baju baru. Sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi W 2125 BE milik Faris yang dicuri, dikatakan laku dijual Rp1,5 juta.

“Buat makan dan beli baju baru, rencananya (baju baru) memang mau buat Lebaran,” ujar MS saat ditanya awak media di Mapolres Gresik, Senin (18/5).

Dari penelusuran dan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, MS telah menjual sepeda motor tersebut ke wilayah Madura dan laku Rp1,5 juta melalui jasa seorang perantara yang saat ini sedang dalam pengejaran (DPO).

“Jadi pengakuannya laku Rp1,5 juta. Rp500 ribu diberikan temannya (komisi), Rp 500 ribu dia bayarkan untuk kos, Rp100 ribu dibelikan baju baru dan sisanya untuk makan sehari-hari,” tutur Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo.

Pelaku sebelumnya sempat bertemu dengan korban di sebuah warung kopi di Jalan Raya Dr Soetomo pada 21 April 2020 lalu. Saat itu MS memanfaatkan situasi, setelah melihat kunci motor tergeletak di atas meja, sementara korban meninggalkan tempat duduknya untuk ke kamar kecil. Oleh pihak kepolisian, MS diamankan saat sedang berada di Surabaya pada 8 Mei 2020.

“Kunci motor ditaruh di atas meja, sementara ditinggal oleh korban ke kamar kecil. Itu dilihat dan kemudian dimanfaatkan oleh MS,” kata Kusworo.

Masih menurut Kusworo, MS sebelumnya juga diketahui sempat dipenjara atas kasus pencurian handphone dan MS ini juga baru terbebas dari hukuman lima bulan yang lalu. Kendati Kusworo mengatakan, MS bebas murni dan bukan bagian dari program asimilasi yang kemarin berlangsung.

“Dari pengakuan, ia memang baru keluar dari penjara lima bulan lalu, residivis. Pencurian handphone, bebas murni bukan asimilasi,” terang Kusworo.

Atas perbuatan yang dilakukan, polisi menjerat MS dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (dik)




Loading Facebook Comments ...