Search

Demonstrans Hong Kong Protes Serangan Geng

Kelompok pria  dengan penutup wajah menyerang  penumpang & pengunjuk rasa di stasiun MTR Hong Kong. (foto. Istimewa)
Kelompok pria dengan penutup wajah menyerang penumpang & pengunjuk rasa di stasiun MTR Hong Kong. (foto. Istimewa)

Hong Kong, Reportasenews.com – Pengunjukrasa di Hong Kong telah bersumpah akan tetap turun ke jalan meskipun ada larangan polisi pasca terjadi serangan oleh kelompok geng di komuter awal pekan ini.

Polisi menolak ijin pengunjuk rasa yang akan mengadakan rapat umum di Yuen Long, di barat laut Hong Kong, setelah terjadi penyerangan oleh  puluhan pria bertopeng bersenjatakan rotan dan besi di komuter pecan lalu.

Larangan itu untuk mencegah  kemungkinan bentrokan dengan penduduk desa setempat.

“Kami memiliki cukup alasan untuk percaya bahwa para pengunjuk rasa mungkin memiliki konflik kekerasan dengan penduduk desa, yang berbahaya bagi kedua belah pihak,” kata polisi.

Sementara, para pengamat khawatir unjuk rasa tanpa protes akan memberanikan penyerang yang diyakini milik kelompok kejahatan terorganisir, yang dikenal sebagai triad.

Menanggapi larangan unjukrasa oleh polisi, para demonstrans akan tetap melakukan perjalanan ke Yuen Long pada hari Sabtu mendatang, tanggal rapat umum digelar.

Di lain pihak, otoritas Hong Kong berada di bawah tekanan kuat untuk menyelidiki dan memberi sanksi kepada mereka yang terkait dengan serangan Yuen Long, yang telah mendorong tuduhan kolusi antara pihak keamanan, otoritas lokal dan triad.

Front Hak Asasi Manusia Sipil dan Partai Buruh mengajukan pengaduan resmi dengan agen anti-korupsi Hong Kong, Komisi Independen Anti Korupsi, menuduh komisioner polisi dan pejabat tinggi polisi lainnya melakukan pelanggaran.

Serangan itu telah meningkatkan kemarahan publik pada pemimpin Hong Kong, Carrie Lam. Mereka juga menuntut pengundurran dirinya. (dik/sumber The Guardian)




Loading Facebook Comments ...