Search

Densus 99: Stop Gunakan Isu Agama pada Pilpres 2019

Nurruzaman - Komandan Densus 99 Banser – Ansor
Nurruzaman - Komandan Densus 99 Banser – Ansor

JAKARTA – Reportasenews.com Pengamat politik Islam Nurruzaman mengimbau partai politik dan calon presiden agar tidak menjadikan agama sebagai isu politik. Sebab, bagaimanapun Indonesia adalah negara yang beragam dan harus dijaga agar tetap beragam.

“Sampai saat ini mulai dari Pilkada, ada upaya menarik isu agama menjadi kepentingan politik dan kekuasaan, ” kata Nurruzaman seuasai menjadi pembicara dalam diskusi publik yang diadakan Kedai KOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) di Work Room Coffee Cikini, Jakarta, Selasa, (17/7/2018).

Menurut dia, kekuasaan tidak hanya bisa dicapai dengan isu agama. Nurruzaman menilai, isu agama sudah tidak akan efektif digunakan untuk meraih suara dalam kontestasi pilpres mendatang. Meskipun isu agama yang pernah dilakukan di Pilkada Jakarta dinilai berhasil, hal itu tidak akan efektif di daerah.

“Misalnya, pada Pilkada Jabar, Jateng, dan Jatim yang relatif menggunakan isu sentimen agama terbukti gasgal,” ujar Nurruzaman.

Kalaupun pada pilpres mendatang masih ada kelompok yang menggunakan isu agama untuk kepentingan politik, sebagai upaya preventif, menurut Nurruzaman yang juga Komandan Densus 99 Banser – Ansor iru, pihaknya akan melakukan kampanye penolakan terhadap kelompok-kelompak yang menggunakan isu agama untuk kepentingan politik.

“Kami (Densus 99) tidak bermain politik praktis, tapi kami akan menjaga iklim pemilu tetap kondusif, jauh dari isu agama. Karena ini kepentingan jangka panjang. Bagi kami siapa pun yang terpilih tidak masalah. Namun, yang terpenting negara ini bisa terjaga dari konflik politik dan konflik agama,” kata Nurruzaman. Ia memandang, sangat naif jika agama yang memiliki nilai-nilai universal, nilai-nilai ilahiyah berjalan untuk kepentingan politik.

Dalam diskusi bertema “Menjawab Kontroversi Jualan Umat di Pemilu 2019” ini, Nuruzzaman juga menyinggung tentang dakwah Islam berbau politik di masjid-masjid. Menurut dia, dakwah berbau politik agar tidak lagi digunakan.

“Masjid harus steril dari isu politik. Terutama untuk provokasi.  Marilah kita menggunakan masjid ini untuk hal-hal netral,” tegasnya

Politik dalam Islam mengatur nilai-nilai dengan cara yang baik dan menghargai yang baik. Hal itulah menurut Nuruzzaman nilai yang seharusnya digelorakan. Namun, bagi sebagian orang saat ini Islam dijadikan sumber untuk merebut kekuasaan. Padahal, di dalam Islam tidak mengajarkan untuk menghina orang lain.

Pada sesi diskusi itu, Nuruzzaman membagi kiat-kiat untuk menghindari politisasi Islam menjelang Pilpres. Menurutnya, harus ada kesadaran politisi, tokoh umat agar tidak terpancing untuk melakukan kampanye politik di tempat-tempat ibadah. Tidak hanya masjid, tetapi gereja, serta tempat ibadah lainnya.(tjg)

 




Loading Facebook Comments ...