Search

Dewi Tanjung : Kecantikan Saya Tidak Ada Arti, Apabila Negara Saya Hancur

Dewi Tanjung dengan keberanian di atas rata-rata, melaporkan Habib Riziek Shihab, Amien Rais, Ustadz Bachtiar Nasir dan yang baru masuk tahanan  Eggi Sudjana
Dewi Tanjung dengan keberanian di atas rata-rata, melaporkan Habib Riziek Shihab, Amien Rais, Ustadz Bachtiar Nasir dan yang baru masuk tahanan Eggi Sudjana

Jakarta, reportasenews.com-Banyak orang-orang bertanya sama saya (Dewi Tanjung-red), bagaimana rasanya sekarang menjadi orang terkenal, karena melaporkan Eggi Sudjana, Amien Rais, Habieb Riziek Shihab dan Ustadz Bachtiar Nasir ?

“Saya tidak ada rasa apa-apa. Yang saya rasakan hanya kemarahan, muak. Bosan melihat sepak terjang mereka selama ini. Karena saya ingin negara ini aman, tenang dan damai kembali seperti dulu,” tulis Dewi Tanjung

Lebih lanjut Dewi mengungkapkan perasaan hatinya lewat kata-kata, buat apa saya terkenal apabila saya tidak mampu membela harga diri bangsa saya, buat apa saya terkenal apabila melihat ada orang atau kelompok yang mau mengganggu stabilitas keamanan negara, buat apa saya terkenal apabila negara saya hancur dan bubar. Saya sedih dan sudah lelah karena sesama warga negara saling memusuhi dan membenci satu sama lain, sehingga sudah hilang rasa toleransi dan tidak ada lagi saling menghormati hanya karena pandangan politik dan capres.

Dewi Tanjung tetap tersenyum usai melapor di Mapolda Metro Jaya

Dewi Tanjung tetap tersenyum usai melapor di Mapolda Metro Jaya

“Banyak orang yang selama ini bangga masuk TV dan berdebat melawan para politisi demi menaikkan nama dan elaktibilitasnya.
Tapi dia tidak berani dan tidak ada rasa untuk bela negara. Yang sebagaimana dalam UU BELA NEGARA PASAL 28 :   SEBAGAI WARGANEGARA KITA WAJIB MEMBELA BANGSA DAN NEGARA,” tegas Dewi dengan menebalkan kalimat yang dia nilai paling penting.

Kekesalan Dewi terungkap jelas dalam setiap kalimatnya,  disaat negaranya dan kepala negaranya dihina dan akan diganggu oleh sekelompok manusia yang akal sehatnya sudah tidak dipakai lagi. Lalu Dewi mempertanyakan, kemana orang-orang  yang biasanya berteriak lantang dan bangga berdebat antar sesama politisi di TV tiba-tiba sekarang diam seribu bahasa tanpa melakukan apa-apa dan hanya melihat ada sekelompok berteriak akan melakukan gerakan people power.

“Saya tidak pernah bisa duduk diam berdandan cantik dan hanya melihat apabila harga diri bangsa dan kepala negara saya dihina dan diganggu oleh sekelompok orang yang akal sehatnya sudah tidak ada lagi,” lanjut Dewi Tanjung

Caleg PDIP ini masih menumpahkan kecewanya dalam setiap paragraf tentang kelompok manusia yang diduga akan melakukan gerakan people power atau makar.

Dewi mengaku, sebagai warga negara yang baik saya wajib membela bangsa dan negara saya. Dampak dari seruan dan orasi people power yang di lakukan oleh Amien Rais, Eggi Sudjana dan kawan-kawan, amat sangat dashyat sekali. Dewi melanjutkan tulisnnya, dimana-mana kita dengan mudah melihat banyak orang-orang menghina dan memfitnah kepala negaranya padahal kepala negara itu adalah simbol harga diri Bangsa Indonesia.

Tulis Dewi, sudah banyak contohnya HS anak muda generasi penerus bangsa mengancam akan memenggal leher kepala negara.  Di Cirebon   bapak tua (Iwan  Adi Sucipto 49 tahun pembuat video -red) mau adu domba TNI Polri.

Tiga paragraf terakhir dalam tulisan Dewi Tanjung diharapkan dapat membangkitkan keberanian kita untuk mencontohnya:

Hal ini tidak bisa kita biarkan begitu saja. Sebagai warga negara yang baik kita wajib harus ikut membantu aparat kepolisian negara untuk mengamankan stabilitas keamanan negara dan menjaga kedaulatan rakyat dan bangsa. Ini waktunya kita berterima kasih dan berbakti kepada Bangsa dan Negara.

Apa yang saya lakukan saat ini melawan mereka yang diduga mau melakukan gerakan people power atau makar semata-mata untuk kelangsungan masa depan Rakyat, Bangsa dan Negara.

Siapapun akan Saya Lawan apabila mereka mau mengganggu Stabilitas Keamanan Negara dan Mengganggu Kedaulatan Rakyat.

Jakarta, 15/5/2019

SALAM DAMAI DAN PERSATUAN

By Dewi Tanjung

 




Loading Facebook Comments ...