Search

Dibunuh Dengan Sadis, Keluarga Abdul Gani Tuntut Pelaku Merasakan Sakitnya Dibunuh

Keluarga Abdul Gani, korban pembunuhan padepokan Dimas Kanjeng
Keluarga Abdul Gani, korban pembunuhan padepokan Dimas Kanjeng

PROBOLINGGO, REPORTASE  –  Duka mendalam masih dirasakan oleh keluarga Abdul Gani (43). Kondisi Keluarga Abdul Gani, di Dusun Krajan, Desa Kerampilan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, yang diduga menjadi korban pembunuhan  Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pada 13 April 2016 lalu, masih menyisakan kesedihan.

Sebelum Abdul Gani, berdomisili di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, ia tinggal bersama keluarganya di rumah kelahirannya tersebut. Saat sejumlah wartawan berkunjung ke rumah asal Abdul Gani yang kini dihuni oleh bapak dan ibunya serta kakak kandungnya.

Sakur, ayah Abdul Gani, kondisinya sehat, sedangkan sang ibu yakni Nuryati, saat ini dalam kondisi sakit. Abdul Gani adalah putra ketiga dari lima bersaudara. Hingga kini pihak keluarga belum dapat menerima tragedi  yang menimpa Abdul Gani  dan meminta pelaku pembunuhan  dihukum seberat-beratnya.

Bahkan Aswati (46) kakak kandung Abd Gani, histeris hingga pingsan kalau mengingat tragedi pembunuhan itu. Sambil memegang foto Abdul Gani dan istrinya Aswati menjawab pertanyaan wartawan yang dating ke rumahnya, Jumat (30/9).

“Saya tetap tidak terima kepada para pelaku, adik saya disiksa dan dibunuh dengan sadis. Pokoknya hukum seperti yang dialami seperti adik saya, biar mereka juga merasakan bagaimana sakitnya menyiksa dan membunuh orang,” tuntut  Aswati, sambil menangis.

Abdul Gani tak banyak bercerita tentang masalahnya dengan Dimas Kanjeng, namun ada perkataan Gani yang menandakan ia dalam masalah.

“Maju kena mundur kena”, begitu kata Asmawati, menirukan ucapan Gani kepada dirinya kala itu.

Salah satu keponakan Gani mengungkapkan ucapan terakhir Gani sebelum ditemukan tewas.

“Terakhir mengatakan kalau akan melakukan pertemuan dengan Kanjeng (Taat Pribadi) di padepokan,” kata remaja yang enggan disebut namanya ini. Setelah itu, Gani tak diketahui kabarnya dan ditemukan tewas, di Wonogiri, Jawa Tengah.

Sementara sampai saat ini, polisi telah mentapkan Taat Pribadi (46) sebagai dalang pembunuhan dua orang bekas anak buahnya, Abdul Gani dan Ismail Hidayah. Gani dan Ismail termasuk orang yang membantu Taat Pribadi, selama menjalankan aktivitasnya di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. (fiq)




Loading Facebook Comments ...