Search

Ini yang Dilakukan Komunitas Pemusik Bali untuk Bantu Anggotanya

IMG-20200607-WA0014

Badung, reportasenews.com – Pandemi COVID-19 yang berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat menggugah kepedulian Asosiasi Pekerja Musik Bali (APMB).

Untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona ini, APMB akan mendirikan dapur umum di Jalan Cempaka Gading No.10, Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Rencananya, peresmian dapur umum ini akan dilakukan pada  Senin (8/6/2020) mulai pukul 10.00 WITA. “Rencananya kegiatan sosial dapur umum akan berlangsung hinggpa satu bulan kedepan,” kata Yustinus S. Kwuta, wakil ketua pelaksana dapur umum APMB, Minggu malam(7/6/2020).

Menurut dia, kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sesuai dengan protokol dapur umum COVID-19. “Demi suksesnya kegiatan ini, kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak dalam membantu sesama,” katanya.

Yustinus mengungkapkan, pendanaan dapur umum tersebut bersumber dari POSPERA yang menyumbangkan bahan-bahan pokok untuk kemudian diolah dan dimasak di dapur umum tersebut.

Makanan yang dimasak kemudian dibagikan kepada para pekerja musik yang jadi anggota APMB dan keluarganya.

“Setiap hari akan dimasak sekitar 300 bungkus makanan yang akan dibagikan kepada anggota dan keluarganya,” ungkapnya.

Sembari  mendapatkan bantuan awal dari Pospera, menurut dia, pihaknya juga akan berusaha mencari donatur dan sponsor agar kegiatan dapur umum ini tetap berlangsung.

IMG-20200607-WA0015

“Apabila kami menerima banyak bantuan sosial dari donatur da sponsor lainnya, kami akan melakukan kegiatan yang sama untuk membantu saudara-saudara di lingkungan Ungasan dimana dapur umum ini berada,” katanya.

Seperti diketahui, Bali sebagai surga pariwisata termasuk provinsi yang paling terdampak  pandemi COVID-19. Sektor pariwisata yang menjadi sumber pendapatan di Pulau Dewata ini lumpuh akibat pandemi COVID-19.

Dampak ekonominya, banyak pekerja musik yang menggantungkan hidup dari kegiatan pariwisata kehilangan mata pencahariannya.

Meski demikian, menurut Yustinus, sejauh ini belum ada anggota APMB dan keluarganya yang diketahui terpapar virus COVID-19. (Tjg/Sir)




Loading Facebook Comments ...