Search

Dilakukan Otodidak, Nelayan Lekok Mampu Buat Miniatur Perahu Phinisi

Wahidi yang dibantu putranya, tekun membuat miniatur perahu phinisi yang terbuat dari bambu. (foto : abd)
Wahidi yang dibantu putranya, tekun membuat miniatur perahu phinisi yang terbuat dari bambu. (foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Profesi sebagai nelayan tak membuat pencari ikan di kawasan Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini putus asa, meski saat melaut tidak membuahkan hasil secara maksimal. Terlebih dengan kondisi cuaca ektrem. Karenanya para nelayan harus ekstra hati-hati saat melaut, lantaran angin kencang dan hantaman ombak bisa mengancam keselamatan jiwa kalau tak berhati-hati.

Seperti yang dilakukan Wahidi (55) warga Desa Pasinan, Kecamatan Lekok ini, pantang menyerah meski tak melaut. Ia meluangkan waktunya dengan kesibukan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah, yakni dengan membuat miniatur perahu phinisi secara otodidak.”Saya buat kerajinan miniatur perahu phinisi ini disaat tidak melaut,” papar Wahidi, Selasa (13/3/2018).

Bapak tiga anak menekuni kerajinan buat perahu dari bahan dasar bambu ini, sejak puluhan tahun. Wahidi dibantu Badrus anak sulungnya, selama ini justru dari hasil kreatifnya mampu menghidupi keluarga. Untuk satu miniatur perahu dibutuhkan 4 meter bambu ori. Selanjutnya dipotong tipis dan dihaluskan sesuai ukuran. Dibuat pipih memudahkan pembuatan, lalu dilem besi untuk merekatkan rangkaian perahu.

Dipilihnya bahan bambu Ori, disamping harganya murah, juga banyak terdapat di sekitar rumahnya. Sehingga mudah didapat. Selain kuat bahan bambu tidak gampang rapuh. Sementara peralatan yang dibutuhkan, selain gergaji, juga gunting, pisau, cuter, golok dan peralatan lainnya.”Untuk membuat satu miniatur perahu, saya menggunakan enam lem besi dalam waktu seminggu, dan membutuhkan ketekunan,” ujarnya.

Proses terakhir yakni finishing dengan menggunakan bahan dasar pelitur, agar terlihat rapi dan bagus. Juga ditambahkan pernak-pernik dari bahan tasbih dan keong laut. Harga cukup terjangkau. Mulai dari harga Rp 150 ribu – Rp 400 ribu, tergantung ukurannya. Mulai panjang 40 cm, lebar 15 cm hingga yang paling besar dengan panjang 80 cm dan lebar 25 cm.”Kesulitannya buat rumah-rumahan perahu ini,” ucap Wahidi.

Tak heran hasil karya Wahidi ini, banyak diminati oleh kalangan pembeli dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Bali dan Situbondo, yang selama ini hanya dipasarkan melalui kenalan dan kerabatnya.”Hasil karyanya halus, bagus dan unik walaupun dari bambu. Tapi lain dari pada yang lain. Makanya saya membeli karena harganya cukup terjangkau,” tandas Abdullah, salah satu pembeli dari luar kota. (abd)

 




Loading Facebook Comments ...