Search

Lagi, Dimas Kanjeng Dituntut 4 Tahun Penjara Atas Kasus Penipuan

Terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi turun dari mobil tahanan Rutan Medaeng Sidoarjo, menunju ruang sidang.(foto: dic)
Terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi turun dari mobil tahanan Rutan Medaeng Sidoarjo, menunju ruang sidang.(foto: dic)

Probolinggo, repeortasenews.com  – Setelah divonis 18 tahun penjara kasus pembunuhan, di pengadilan negeri (PN) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, kembali menjalani sidang dengan kasus penipuan, Selasa (15/8).

Terdakwa Dimas Kanjeng, sdilaporkan oleh mantan pengikutnya, yakni Prayitno Supriyadi warga Jember Jawa Timur, dengan kerugian Rp 800 juta, yang disetorkan melalui mantan pengikutnya Alm. Ismail Hidayah dan istrinya yakni Bibi Rasenjam, dan bahkan ke Dimas Kanjeng sendiri untuk digandakan.

Sidang tuntutan yang di ketuai Basuki Wiyono dan dua hakim anggota ini, mendengarkan pembacaan berkas tuntutan bergantian oleh  tiga jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Jawa Timur.

Sidang yang di hadiri ratusan pengikut setianya di ruang sidang Kartika ini, di jaga ketat petugas Dalmas Sabhara dari Polres Probolinggo, untuk menjaga kondusifitas jalannya persidangan tersebut.

Menurut Dimas Kanejng, meski kecewa dengan vonis 18 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim, atas kasus pembunuhan Abd Ghani, terdakwa Dimas Kanjeng, siap menjalani dan menerima tuntutan dari JPU atas kasus penipuan sidang hari ini.

“Saya kecewa dengan hasil vonis atas kasus pembunuhan kemarin, dan melakukan banding, kini saya siap menjalani sidang lanjutan atas kasus penipuan dengan agenda tuntutan hingga selesai,”tukas Dimas Kanjeng, jelang persidangan.

Setelah proses pertimbangan pihak JPU, menuntut terdakwa Dimas Kanjeng, dengan hukuman 4 tahun penjara, atas kesalahan melakukan tindak pidan penipuan yang merugikan korban sebanyak Rp 800 juta.

“Dari beberapa urutan sidang pihak JPU mendapatkan fakta-fakta dan  saksi-saksi, kami meyakini terdakwa Dimas Kanjeng, bersalah dengan tipu muslihatnya, memperdayai korban untuk membayar mahar untuk di  gandakan oleh terdakwa. AkhirNya pihak JPU menuntut 4 tahun penjara kepada terdakwa,”tegas H Usman, JPU Kejati Jatim, usai persidangan.

Dari tuntutan 4 tahun yang dijatuhkan pihak JPU. Mohamad Sholeh, Penasehat hukum terdakwa Dimas Kanjeng,  tuntutan tersebut di luar logika. Pasalnya, korban kapan memberikan uang dan bukti penyerahan uang tidak ada bukti, maupun tanda terima dari terdakwa.

“Tuntutan JPU sangat di luar logika, pasalnya korban melaporkan menyerahkan uang Rp800 juta ke Dimas Kanjeng, tidak ada satupun saksi mata, dan bukti penyerahan untuk memperkuat kesalahan terdakwa, seharusnya terdakwa tidak bersalah. Menurut kami iniu tindakan yang ngawur,dan harus dikoreksi lagi,”tutur Sholeh.

Majelis hakim akan melanjutakan sidang dengan agenda pledoi pada Senin (21/8) mendatang. Sedangkan untuk replik dan duplik Selasa (22/8). (dic)




Loading Facebook Comments ...