Search

Dinkes Kota Depok Belum Pastikan Dua Orang yang Meninggal Dunia Akibat DBD

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (Kabid P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiyati. (foto:ltf/jan)
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (Kabid P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiyati. (foto:ltf/jan)

Depok,reportasenews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok belum dapat memastikan terkait kabar dua warganya meninggal dunia akibat menderita Deman Berdarah Dengue (DBD). Hal tersebut menunjukkan kalau Dinkes Kota Depok tak seiring dengan pernyataan Dinkes Provinsi Jawa Barat.

“Iya ada dua warga yang meninggal, tapi belum bisa dipastikan itu menderita DBD. Kami perlu melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk dapat memastikan. Sekarang kami masih berkoordinasi dengan dua Rumah Sakit yang merawat,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan (Kabid P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiyati kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019).

Meski PE telah dilakukan sejak sepekan lalu, namun Dinkes Depok belum dapat memastikan penyebab meninggalnya dua warga yang tak dirinci identitasnya. Alasan dua RS swasta yang merawat dua korban tersebut memiliki serangkaian prosedur.

“Kami masih melakukan PE, butuh waktu karena kami harus berkoordinasi dengan pihak RS. Nanti kalau hasilnya sudah keluar kita kasih tahu,” ucapnya.

Ketika disinggung RS mana yang merawat, Umi kembali terdiam. Dia hanya menjelaskan kalau Dinkes Kota Depok sudah menyampaikan ke Dinkes Jabar. “Intinya kita masih melakukan PE. Kita juga sudah menyampaikan ke Dinkes Jabar kalau data dua orang yang meninggal itu belum bisa dipastikan sebagai penderita DBD atau bukan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Jabar Widiyawati menyatakan Kota Depok merupakan wilayah dengan jumlah penderita DBD terbanyak.

Berdasarkan data per 28 Januari 2019 jumlah penderita DBD di Depok sebanyak 319 kasus yang dua di antaranya meninggal dunia. “Data per 28 Januari 2019 seperti itu. Berdasarkan laporan ke kami (Dinkes Provinsi), kematian di Kota Depok ada 2 orang,” jelasnya. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...