Search

Dinkes Papua Terjunkan Satgas Kaki Telanjang Terapung Layani Asmat Selama Setahun

Tim Satgas Kaki Telanjang Dinkes Papua bersama bupati asmat serta tim terpadu di kab pemkab asmat saat foto  bersama. ( foto : riy )
Tim Satgas Kaki Telanjang Dinkes Papua bersama bupati asmat serta tim terpadu di kab pemkab asmat saat foto bersama. ( foto : riy )

Agats, reportasenews.com – Sebagai bentuk kepeduliaan terhadap wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua. Pihak dinas kesehatan Provinsi Papua menurunkan satuan tugas kaki telanjang terapung yang akan bekerja selama satu tahun di kabupaten Asmat sebagai bentuk kepedulian pasca bencana campak dan gizi buruk yang melanda kabupaten yang seluruhnya berawa tersebut.

Satgas kaki telanjang terapung yang berjumlah 10 personil ini langsung bawah oleh Kabid SDK Dinas Kesehatan Prov Papua, Lesna Tabuni dan di serahkan ke Pemda Asmat yang di terima langsung oleh Bupati Asmat Elisa Kambu.

Tim Satgas kaki telanjang terapung ini akan melakukan tugas pengobatan dan perawatan kepada warga masyarakat Asmat yang telah terkena musibah campak dan gizi buruk yang mereka akan berpindah pindah tempat ke kampung kampung yang berada di kabupaten Asmat selama 1 tahun ini.

Bupati Asmat Elisa kambu saat menerima satgas kaki telanjang terapung ini menyampaikan terima kasih atas dukungan dari pemda provinsi Papua dalam hal ini dinas kesehatan yang telah mengirimkan 10 personil yang akan melakukan pengobatan dan perawatan terhadap warga masyarakat yang terkena musibah campak dan gizi buruk di kabupaten Asmat ini.

Lebih lanjut di ungkapkan oleh Elisa Kambu, masyarakat asmat yang sering masuk keluar hutan dan sering berpindah pindah tempat untuk membantu perekonomian mereka, hingga dengan adanya satgas kaki telanjang terapung ini akan juga membantu satgas terpadu yang saat ini masih melakukan pengobatan dan pemberian vaksin campak terhadap anak anak balita dan bayi di kampung Kampung yang pastinya satgas kaki telanjang terapung ini akan sangat membantu kami di kabupaten ini ujur Elisa Kambu.

Sementara itu menurut kepala bidang SDK Dinas Kesehatan Prov Papua, Lesna Tabuni, Satgas ini akan bekerja dan di bagi menjadi beberapa kelompok yang akan di taruh pada daerah yang tersulit dan untuk lokasinya kami akan melakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan asmat agar nanti bisa melaksanakan tugas selama 1 tahun penuh. (riy)




Loading Facebook Comments ...