Search

Diplomasi PWI ke RRC dan Sepak Bola Gajah

Diplomasi Pers PWI ke RRC membina hubungan saling pengertian antara RI dan RRC. Ketua PWI Hub Luar Negeri Teguh Santoso, Ketua PWI Lampung Supriadi menyerahkan cindera mata Sepak Bola Gajah kepada Jianhua Chen  Sekretaris Jenderal Asosiasi Wartawan Zhejiang. (foto: yoga)
Diplomasi Pers PWI ke RRC membina hubungan saling pengertian antara RI dan RRC. Ketua PWI Hub Luar Negeri Teguh Santoso, Ketua PWI Lampung Supriadi menyerahkan cindera mata Sepak Bola Gajah kepada Jianhua Chen Sekretaris Jenderal Asosiasi Wartawan Zhejiang. (foto: yoga)

BEIJING, REPORTASE-PWI melakukan diplomasi pers ke RRC, mencairkan rasa curiga adanya campur tangan negara raksasa komunis itu ke Indonesia.

Dalam pertemuan formal dengan lembaga sejenis di Beijing, suasana terasa akrab dengan cerita-cerita yang mengundang gelak tawa. Misalnya saja,  Jianhua Chen tak menyangka ada kesebelasan sepakbola gajah di Lampung. Awalnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Wartawan Zhejiang ini mengira cerita soal sepakbola gajah yang disampaikan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa saat memperkenalkan Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian hanya bercanda belaka.

Tetapi di akhir jamuan makan yang diselenggarakan di New Hotel Hangzhou (Senin, 28/11), di saat Supriyadi menyerahkan miniatur sepakbola gajah sebagai kenangan-kenangan, baru Jianhua Chen sadar bahwa sepakbola gajah memang benar-benar ada di Indonesia, atau persisnya di Way Kambas, Lampung.

“Saya mesti menyediakan waktu untuk mengunjungi tempat sepakbola gajah. Ini menarik sekali,” ujar Jianhua Chen sambil tertawa.

Jamuan makan malam itu bagian dari program kunjungan delegasi PWI ke Tiongkok sejak pekan lalu (Jumat, 25/11). Beijing adalah kota pertama yang disinggahi. Di kota ini, delegasi PWI menggelar pertemuan dengan kelompok media yang dimiliki perusahaan kereta api Tiongkok, Renmin Tiedaobao atau Harian Kereta Rakyat. Diikuti pertemuan dengan Direktur ASEAN Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Shen Minjuan, di hari yang sama.

Di hari Sabtu (26/11) delegasi PWI berkunjung ke China Radio International (CRI) yang memiliki 63 siaran berbahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. Direktur siaran bahasan Indonesia, Li Shukun, menyambut delegasi PWI. Kedua pihak berdiskusi mengenai pengembangan hubungan antara media Indonesia dan media Tiongkok di masa depan.

Delegasi PWI tiba di Hangzhou, ibukota Zhejiang, hari Senin (27/11) dengan menumpang pesawat Air China.

Sebelum bertemu dengan Jianhua Chen, delegasi PWI berkunjung ke perkebunan ekologi An Ji dan mengunjungi museum bambu serta desa percontohan.

Jianhua Chen mengatakan bahwa provinsi Zhejiang yang berada di pantai timur Tiongkok merupakan provinsi terbesar keempat di Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping pernah menjadi gubernur di provinsi Zhejiang. Perusahaan multimedia Alibaba yang dipimpin Jack Ma juga bermarkas di Huangzhou.

Bulan September lalu, Huangzhou menjadi tuan rumah KTT G-20 yang juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Sebelum jamuan makan malam, delegasi PWI mendapat kesempatan mengeksplorasi Danau Xihu yang ada di seberang lokasi jamuan makan malam. Sebanyak enam ketua PWI di tingkat provinsi dan dua direktur Konfederasi Wartawan ASEAN ikut dalam kunjungan itu.

Kepada Supriyadi yang menyerahkan minatur sepakbola gajah, Jianhua Chen menyatakan kekagumannya pada kemampuan pelatih-pelatih sepakbola gajah di Way Kambas.

Dia tak membayangkan ada gajah yang bisa bermain bola dalam satu kelompok.

“Ini pasti pertunjukan yang hebat,” kata dia lagi.

Didirikan pemerintah kolonial Belanda pada 1937, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), tempat dimana gajah-gajah dilatih bermain bola, merupakan Taman Nasional tertua di Indonesia.

Terletak di ujung selatan Sumatera Selatan, atau sekitar 110 kilometer dari Bandar Lampung, TNWK menempati wilayah seluar 1.300 kilometer persegi.(yog/tat)




Loading Facebook Comments ...