Search

Dirut RSMM Bogor: Warga Kota Besar Rentan Alami Gangguan Jiwa

gangguan-jiwa-ilustrasi

Jakarta, reportasenews.com— Warga kota besar ternyata memang rentan mengalami ganguan jiwa, akibat stress yang berlebihan. Tingkat stress yang berlebihan itu dipicu kompetisi yang makin ketat, semua orang bersaing bertahana hidup.

“Faktor pencetus misalnya setiap hari kemacetan lalu lintas,  setiap hari terpaksa harus bangun lebih pagi melawan macet, di jalan terpapar polusi panas. Sampai ke kantor terlambat kemudian dimarahi atasannya,  itu juga faktor stress yang terus – menerus bisa mengakibatkan gangguan jiwa,” papar Dirut RS Dr. Marzoeki Mahdi, dr. Bambang Eko Sunaryanto, Sp.KJ, MARS.

Menurutnya, setiap orang sebenarnya memiliki potensi ganguan kesehatan jiwa hanya saja tergantung dari tingkat stress yang dialaminya.  Faktor lain yang membuat orang stress, adalah adanya faktor keinginan dan kenyataan yang tidak sesuai.

“Kerja keras tiap hari menginginkan naik pangkat, ternyata tidak naik-naik pangkat,” tutur dr. Bambang Eko Sunaryanto, Sp.KJ, MARS.

Dirut RS Dr. Marzoeki Mahdi, dr. Bambang Eko Sunaryanto, Sp.KJ, MARS

Dirut RS Dr. Marzoeki Mahdi, dr. Bambang Eko Sunaryanto, Sp.KJ, MARS

Pada kasus lain, kisah cinta yang ditolak juga menjadi potensi gangguan jiwa. Di Palembang, Rabu (18/4/2018) seorang remaja nekad loncat dari Jembatan Ampera ke Sungai Musi karena cintanya ditolak.

Palembang pun digegerkan kejadian menghebohkan ini. Sekitar pukul 22.00 WIB, keadaan jembatan Ampera ramai dengan warga Palembang yang berhenti di tepi jalan.

Mereka kaget dengan adanya seorang pria yang loncat dari jembatan.

Para warga mencoba untuk mencari pria tersebut di sungai Musi dalam keadaan gelap malam.

Kasus di Palembang ini, menunjukkan adanya faktor harapan dan kenyataan yang imbang mengakibatkan depresi yang meningkat.

“ Ini adalah contoh Perilaku tidak terkontrol, tidak sabaran ingin merusak atau melukai diri sendiri dan orang lain,” jelasnya. (hendrata yudha)




Loading Facebook Comments ...