Search

Ditinggal Pensiun, Tiga Kursi Kepala Dinas di Pemkab Gresik Jadi ‘Rebutan’

 Bupati Sambari, Wabup Qosim, Sekda Djoko Sulis dan Kepala BKD Gresik M Nadlif saat membuka seleksi untuk menduduki tiga jabatan kepala dinas. (dik)
 Bupati Sambari, Wabup Qosim, Sekda Djoko Sulis dan Kepala BKD Gresik M Nadlif saat membuka seleksi untuk menduduki tiga jabatan kepala dinas. (dik)

Gresik, reportasenews.com – Sebanyak tiga kepala dinas di lingkungan Pemkab Gresik telah memasuki masa purna tugas alias pensiun. Tak pelak, puluhan pejabat pun saling mengincar dan siap berebut untuk bisa mengisi tiga kursi kosong tersebut.

Namun, kekosongan jabatan tersebut tidak serta merta bisa diisi begitu saja, karena Pemkab Gresik memiliki kebijakan dengan menggelar seleksi terbuka jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II).

Alhasil, sebanyak 21 pejabat eselon III pun siap berkompetisi untuk mengikuti seleksi tersebut. Mereka akan memperebutkan 3 jabatan kosong setingkat eselon II, yaitu sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang diikuti 8 pejabat. Kepala Dinas Pemberdayaan dan masyarakat desa diikuti 7 orang serta Kepala Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten Gresik yang diikuti  6 orang pejabat.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berharap agar peserta yang terpilih nanti adalah mereka yang sumber daya manusia (SDM) nya sesuai dengan yang diharapkan pemerintah. Mereka benar-benar kompeten sesuai dengan bidangnya

“Jadi jangan ada yang beranggapan seleksi ini berdasarkan like and dislike.Untuk itu, kami berharap Anda harus bersungguh-sungguh. Keluarkan kemampuan Anda dengan sebaik-baiknya,” ujar Sambari saat membuka pelaksanaan seleksi di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik, Selasa (07/08/2018).

Bupati juga mengungkapkan, bahwa ada 10 pejabat eselon II yang masuk pensiun sampai nanti pada akhir masa tugasnya yakni tahun 2021. “Jangan khawatir dari 21 orang yang ikut seleksi ini tentunya hanya ada 3 orang yang terpilih. Selebihnya yang 18 orang bisa mengikuti seleksi formasi jabatan eselon II selanjutnya,” tandasnya.

 Terkait seleksi tersebut, Wakil Bupati Gresik H Mohammad Qosim menyarankan kepada peserta agar berusaha dengan sebaik-baiknya. “Yang penting Anda mengoptimalkan potensi diri untuk bisa menggerakkan OPD yang akan Anda pimpin. Kami tidak punya kepentingan apa-apa selain agar Pemkab Gresik bisa lebih baik dengan kehadiran Anda sebagai pemimpin,” tambah Qosim.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik M Nadlif mengatakan, seleksi kali ini bekerja sama dengan PT. Daya Performance Insani dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang  yang berlangsung selama 2 hari. Selain itu, ada 3 guru besar yang ikut menguji para calon pejabat eselon II tersebut, yaitu Prof. Dr. Djoko Mursinto (Unair), Dr. Sarwo Edi (UMG) dan M. Nadjib (mantan Sekda Gresik).

“Dalam seleksi ini, para peserta akan dilihat pada sisi kepribadian, manejerial, kedisiplinan dan kejujuran. Pada dua hari selanjutnya peserta harus memaparkan visi-misi, test bidang dengan menulis terkait formasi jabatan yang diikuti dan tes kemampuan serta kesehatan,” terang Nadlif.

Setelah lulus tes kesehatan, 3 peserta dengan nilai tertinggi pada masing-masing jabatan, akan disampaikan kepada Bupati Gresik untuk dipilih dan dilantik mengisi jabatan.

“Khusus untuk Jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, panitia menyerahkan hasil dari 3 peserta dengan ranking tertinggi tersebut ke Kementerian Dalam Negeri dan Direktur Jenderal Kependudukan. Mereka akan merekomensdasikan pejabat Dispenduk dan Catatan Sipil Gresik untuk dilantik oleh bupati. (dik)




Loading Facebook Comments ...