Search

Dituntut Enam Tahun Penjara, Pelaku Persetubuhan Anak Divonis Sembilan Tahun Penjara

Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok selama enam tahun, terhadap  Muhammad Rendra Fahlevi yang melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.
(foto:ltf)
Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok selama enam tahun, terhadap Muhammad Rendra Fahlevi yang melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan hukuman lebih berat ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok selama enam tahun, Rabu (17/10/2018). Hal itu terjadi kepada terdakwa Muhammad Rendra Fahlevi yang melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.
Dalam amar putusan yang disampaikan majelis hakim Ramon Wahyudi dengan anggota Rosana Kesuma Hidayah dan YF. Tri Joko GP, terdakwa Muhammad Rendra Fahlevi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tipu muslihat, seangkaian kebohongan dan membujuk anak melakukan persetubuhan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 Ayat (2) jo Pasal 76 D UU No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama sembilan tahun dan pidana denda sebesar Rp 60 juta bilamana tidak dibayar akan digantikan tiga bulan penjara.
Sebelumnya, JPU Rahmiwati menuntut terdakwa Muhammad Rendra Fahlevi terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk bersetubuh sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 81 Ayat (2) jo Pasal 76 D UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama enam tahun dan pidana denda sebesar Rp 60 juta bilamana tidak dibayar digantikan hukuman penjara selama tiga bulan.
Peristiwa itu bermula pada pertengahan Maret 2018, anak korban Azzahra Nur Arrafi yang lahir pada 16 Juni 2002 mendapat pesan whatsapp dari terdakwa yang mengaku bernama Levin Adrian Nugroho mengajak berkenalan dengan anak korban. Setelah itu anak korban bertemu dengan terdakwa dan pergi bersama. Saat itu terdakwa langsung merayu anak korban dengan mengatakan suka dengan anak korban dan ingin mengajak nikah lantaran terdakwa mengaku sudah mapan bekerja di salah satu TV swasta sebagai tim kreatif.
Kemudian karena anak korban merasa terdakwa merupakan orang baik dan mapan maka anak korban menerima cinta terdakwa sehingga pada Minggu (8/4/2018) terdakwa mengajak anak korban bertemu di Stasiun Tebet lalu bersama-sama naik kereta menuju rumah terdakwa di Citayam Depok. Sesampainya dikediaman terdakwa, anak korban bertemu dengan bapak dan adik laki terdakwa dan tidak lama kemudian meninggalkan terdakwa berdua dengan korban.
Sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa mengajak anak korban masuk ke dalam kamar terdakwa lalu terdakwa mencium pipi dan bibir anak korban hingga terangsang. Setelah itu dalam posisi tiduran, terdakwa membuka baju dan celana anak korban hingga telanjang lalu terdakwa membuka baju dan celananya juga. Kemudian terdakwa menghisap dan menciumi payudara anak korban dan memasukkan alat kelamin terdakwa ke dalam alat kelamin anak korban dan mengerakkannya secara maju mundur hingga terdakwa puas dan mengeluarkan sperma di tubuh anak korban, lalu terdakwa mengatakan kepada anak korban ‘aku akan nikahin kamu’.
Mulai dari 8 April hingga 11 April 2018, terdakwa selalu menyetubuhi anak korban di dalam kamar rumahnya. Kemudian pada 11 April , terdakwa mengajak anak korban ke tempat kosan terdakwa di Jl. Sawo 3 No.23, Manggarai, Jakarta Selatan terdakwa kembali menyetubuhi anak korban sebanyak dua kali dengan cara terdakwa mencium pipi dan bibir anak korban hingga terangsang. Lalu terdakwa membukakan baju dan celana anak korban hingga telanjang dan terdakwa juga membuka baju dan celananya. Lagi terdakwa menghisap payudara anak korban dan memasukkan alat kelamin terdakwa ke alat kelamin anak korban dan mengerakkan secara maju mundur hingga terdakwa puas dan mengeluarkan sperma di tubuh anak korban.
Pada 14 April 2018, anak korban yang merasa bosan di kosan terdakwa lalu menghubungi temannya yang bernama Rizkita untuk mengajak jalan ke Mall Kota Casablanca. Saat bertemu, Rizkita ternyata membawa kakak anak korban yaitu saksi Siti Rohma Nopit dimana sebelumnya keluarga anak korban mencari anak korban yang pergi meninggalkan rumah tanpa ijin. Setelah itu saksi Siti membawa anak korban pulang dan melaporkan perbuatan terdakwa ke Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut.
Berdasarkan hasil Visum et Repertum dari RS Cipto Mangunkusumo yang ditanda tangani oleh dr. Yudi dengan kesimpulan anak korban ditemukan luka lecet pada bibir kemaluan yang diakibatkan suatu persetubuhan baru. Selain itu, ditemukan robekan pada selaput dara yang menurut gambarannya dapat diakibatkan oleh suatu persetubuhan lama. Adanya perbedaan temuan waktu terjadinya luka tersebut dikarenakan persetubuhan beberapa kali dengan waktu yang berdekatan. Adanya sprema dan cairan mani di liang senggama korban. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...