Search

Donald Trump Dituding ‘Presiden AS Yang Sakit Jiwa’, Dia Mengelak “Saya Stabil Jenius”

Michael Wolff's menulis sebuah buku kontroversial  "Fire and Fury, didalam White House Tahun Pertama Trump", berisi wawancara dengan semua pihak yang pernah bekerja dekat dengan Donald Trump, buku ini mengatakan Trump tidak sehat secara mental/ ist
Michael Wolff's menulis sebuah buku kontroversial "Fire and Fury, didalam White House Tahun Pertama Trump", berisi wawancara dengan semua pihak yang pernah bekerja dekat dengan Donald Trump, buku ini mengatakan Trump tidak sehat secara mental/ ist

Amerika, reportasenews.com – Akhir pekan lalu menjadi hari yang buruk bagi Donald Trump presiden AS karena beredar buku yang mengatakan dia mengalami gangguan kejiwaan dan tidak layak sebagai Presiden Amerika.

Sebelumnya, sekumpulan ahli kesehatan jiwa dan psikiater kakap di AS mengeluarkan pendapat bahwa Donald Trump mengalami kondisi “mentall illness” atau gangguan kejiwaan. Trump sakit jiwa dan para psikiater ini mendesak agak Trump di evaluasi karena kondisi ini akan sangat berbahaya bagi Amerika sebagai negara besar dan dunia internasional pula.

Adalah seorang jurnalis senior AS, Michael Wolff’s menulis sebuah buku kontroversial “Fire and Fury, didalam White House Tahun Pertama Trump”, berisi wawancara dengan semua pihak yang pernah bekerja dekat dengan Donald Trump, menggambarkan Presiden Amerika ini mempunyai masalah  kejiwaan yang tidak stabil, emosional, delusional, selalu salah mengutip data, megalomaniak selalu mengatakan semua sumber “kehebatan” hanya berasal dari dirinya sedangkan orang lain dikalahkan dia.

Trump menolak tuduhan dalam buku itu, dia segera menggambarkan diri sebagai ‘seorang yang jenius dan stabil’.

Presiden AS. Donald Trump membela kemampuan intelektualnya dan kapasitas mentalnya pada hari Sabtu, setelah penerbitan sebuah buku dalam karirnya.

Buku Michael Wolff, “Fire and Fury: Di dalam Trump White House,” adalah gelombang kejut di dunia politik. Trump dan Steve Bannon, yang tahun lalu bersekutu di Gedung Putih, lantas saat ini pecah kongsi dan saling menyerang.

Di antara klaim lainnya, Wolff menggambarkan perilaku Trump dalam bukunya sebagai mirip anak kecil, dan mempertanyakan kesehatannya untuk jabatan presiden.

Melalui Twitter pada hari Sabtu, Trump memukul balik isi buku ini, dan menggambarkan dirinya sebagai “jenius yang sangat stabil.”

“Sebenarnya sepanjang hidup saya, dua aset terbesar bagi saya adalah stabilitas mental dan dan saya sangat cerdas,” kata Trump.

“Saya adalah pebisnis yang sangat sukses, saya membuat acara TV Show yang sangat hebat … hingga menjadi Presiden Amerika Serikat (pada percobaan pertama saya). Saya pikir itu adalah pilihan cerdas, dan juga jenius …. dan seorang jenius yang sangat stabil “

Berbicara kepada reporter dari Camp David di Trump menolak klaim kesehatan mentalnya, sambil mengutip pendidikan dan resume sebagai bukti kecerdasannya.

“Saya adalah murid yang terbaik,” kata Trump, diapit oleh pejabat Gedung Putih dan anggota Kongres senior.

Justru inilah inti pertanyaan buku dan kalangan psikater disana yakni Trump selalu mengatakan dirinya terbaik secara berlebihan, megalomaniak parah. Begitu dia menyanjung mengatakan dirinya terhebat maka semua ucapan dkeluarkan tanpa data. Trump sangat jelek mengingat data, bahkan ditanya berapa lantai tinggi gedung “Trump Tower” milik diapun, Trump selalu salah menyebutkan jumlah lantainya.

Klaim yang dibuat dalam “Fire and Fury” telah diserang oleh Trump dan sekutunya tanpa henti. Buku tersebut menggambarkan Gedung Putih dalam keadaan kacau, dan seorang presiden yang tidak siap untuk memenangkan jabatan tersebut pada tahun 2016.

Bantahan panik Trump akibat serangan pada kesehatan mentalnya membuat dia jadi bahan bullyan di Twitter oleh netizen yang terbahak.

Hashtag #stablegenius mendadak muncul banyak dijagat medsos meledek kemarahan Trump yang dikatakan sebagai presiden yang sakit jiwa dan tidak layak memegang jabatan penting di Gedung Putih.

Ini pertama kalinya dalam sejarah ada seorang Donald Trump, Presiden Amerika diduga mengalami sakit jiwa. Dan Trump berusaha menangkis tantangan dari psikiater dan pertanyaan besar masyarakat agar dia mau menjalani observasi menyeluruh terhadap kondisi kejiwaannya.

Seperti kata netizen berkata tertawa memberikan komentar: mana ada orang sakit jiwa mengaku dirinya gila? Tentu yang memutuskan adalah dokter ahli yang paham soal ini. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...