Search

DPO 4 Bulan, Mantan Kades Kalianget Situbondo Ditangkap

Tersangka Mulyadi, saat diperiksa oleh petugas Kejari Situbondo. (foto:fat)
Tersangka Mulyadi, saat diperiksa oleh petugas Kejari Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo,  berhasil menangkap Mulyadi,  mantan Kepala Desa (Kades)  Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo,  yang menjadi tersangka dalam  kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD)  tahun 2018 lalu.

Tersangka  kasus dugaan  korupsi dana desa (DD) Desa Kalianget,  dengan nominal sebesar Rp.427 juta lebih  ini, ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) di tempat persembunyiannya di Jakarta.  Sebab, sejak  ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus  dugaan korupsi DD, mantan Kades Kalianget ini langsung kabur dari rumahnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Situbondo Nur Slamet membenarkan penangkapan mantan Kades Kalianget. Namun, dia ditangkap langsung  tim intelijen Kejagung pada Senin (10/2/2020) siang. Saat ini, tersangka kasus dugaan korupsi DD dengan nominal sebesar Rp.427 juta tersebut diserahkan ke Kejari Situbondo.

“Tersangka Mulyadi,  diserahkan  kepada petugas Kejari Situbondo sekitar pukul 22.00 WIB yang menunggu di Surabaya. Selanjutnya,  petugas langsung  membawanya  ke Situbondo, sedangkan sampai  Situbondo sekitar pukul 05.00 WIB,”ujar  Nur Slamet. Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, dalam melakukan dugaan korupsi Dana Desa (DD)   pada tahun  2018 lalu, tersangka tidak mengerjakan beberapa item proyek fisik yang dianggarkan melalui DD. Akibat perbuatan mantan Kades Kalianget tersebut,  kerugian negara diperkirakan mencapai Rp.427 juta lebih.

“Tersangka Mulyadi ini menyalahgunakan jabatannya sebagai Kades Kalianget, uang  DD sebesar Rp.427 juta lebih yang semestinya digunakan untuk proyek, namun dengan tersangka Mulyadi digunakan untuk kepentingan pribadi,”beber Nur Slamet.

Lebih jauh Nur Slamet menambahkan, tersangka Mulyadi akan dijerat dengan dengan pasal 2 ayat (1) joe  pasal 3 Undang-undang    nomor 31 tahun 1999,  tentang Pemberantasan Korupsi joe  Undang-uandang nomor 20 tahun 2001,  tentang Pemberantasan Korupsi.”Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun kurungan penjara, sedangkan  hukuman maksimal selama  20 tahun  kurungan penjara.

Sementara  itu,  Mulyadi, tersangka korupsi dugaan korupsi DD Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglgur  membantah melarikan diri sejak ditetapkan sebagai tersangka, namun dia mengaku menjalankan  bisnisnya  sebagai dagang besi tuanya di Tangerang.

“Saya tahu kalau di tetapkan sebagai tersangka dan   DPO, tapi saya bukan melarikan diri, melainkan  masih menyelesaikan bisnis saya di Tangerang. Dengan tujuan,  untuk menyelesaikan tanggungan dana desa (DD)   di Situbondo,”katanya.(fat)




Loading Facebook Comments ...