Search

DPR Desak Pemerintah Proaktif Tanggulangi Wabah DBD

Anggota Komisi IX DPR Imam Suroso. (Ist)
Anggota Komisi IX DPR Imam Suroso. (Ist)

Jakarta, reportasenews.com – DPR mulai bereaksi terhadap wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang makin meluas. Apalagi korban meninggal dunia akibat DBD juga bertambah banyak. Untuk itu, DPR mendesak pemerintah bersikap proaktif menanggulangi masalah tersebut.

Anggota Komisi IX DPR Imam Suroso mengatakan salah satu faktor penyebab meningkatnya wabah penyakit DBD, karena saat ini Indonesia sedang mengalami musim penghujan. Sehingga menyebabkan banyak endapan air tempat munculnya jentik-jentik nyamuk pembawa DBD.

“Saya meminta kepada Menteri Kesehatan untuk segera memerintahkan dan menugaskan Dinas Kesehatan seluruh Indonesia untuk bersikap proaktif atas persoalan wabah DBD ini. Menteri Kesehatan harus segera berkoordinasi dengan para Bupati, Wali Kota, dan Gubernur untuk segera turun tangan guna mengantisipasi persoalan ini,” kata Imam di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Imam juga meminta Kementerian Kesehatan menjaga ketersediaan stok obat yang diperlukan agar tidak terjadi keterlambatan, khususnya obat DBD.

“Seluruh Kepala Daerah diharapkan bersikap proaktif dalam mengatasi persoalan ini, dengan melakukan upaya pembasmian sarang nyamuk seperti penyemprotan (fogging). Demikian pula dengan seluruh rumah sakit dan Puskesmas yang ada harus menerima pasien DBD yang datang dan jangan sampai dilakukan penolakan. Karena DBD tergolong penyakit yang berbahaya,” tandasnya.

Kepada seluruh masyarakat, Imam mengimbau agar menjaga kebersihan lingkungannya dari sarang-sarang jentik nyamuk demam berdarah. Dikatakannya, penyakit  DBD menyerang sistem pembuluh darah, oleh karenanya darah akan membeku dan dapat mengakibatkan kematian.

“Di saat tubuh pasien mengalami demam tinggi, maka harus segera dibawa ke Puskemas atau rumah sakit,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Berkaitan dengan Hari Kanker sedunia yang jatuh pada 6 Februari  2019, Imam Suroso menyampaikan bahwa angka penderita kanker di Indonesia masih termasuk tinggi. Itu sebabnya, dia meminta Menteri Kesehatan untuk tetap menyosialisasikan pola hidup sehat kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan langkah antisipasi preventif dan promotif dalam hal pencegahan. Misalnya, masyarakat harus gemar makan sayur-sayuran, buah-buahan, dan aktif berolahraga guna menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif untuk mengecek kondisi kesehatannya ke laboratorium,” tuturnya.

Legislator dapil Jawa Tengah ini mendorong pemerintah agar menyediakan vaksin kekebalan tubuh bagi masyarakat yang rawan terkena kanker.

“Dengan pemberian vaksin tersebut, diharapkan akan memberikan kekebalan tubuh terhadap seseorang dari serangan kanker,” ujarnya. (*/Sir)




Loading Facebook Comments ...