Search

DPRD  Situbondo, Minta Alun-alun Tak Dijadikan Tempat Parkir

DPRD Situbondo meminta agar Alun alun Kota Situbondo tidak dijadikan tempatparkir. (foto{fat)
DPRD Situbondo meminta agar Alun alun Kota Situbondo tidak dijadikan tempatparkir. (foto{fat)

Situbondo,reportasenews.com – Penggunaan Alun-alun  Kota Situbondo,  yang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan roda dua, mulai mendapat sorotan dari seluruh elemen masyarakat di Kota  Situbondo.

Sebab, Alun-alun yang seharusnya menjadi tempat hiburan oleh warga Kota Situbondo itu, justru dikotori oleh banyaknya kendaraan roda yang diparkir di Alun-alun Kota Situbondo tersebut.

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, tidak ada dalam aturan area dalam alun-alun jadi tempat parkir kendaraan. “Estetikanya, alun-alun bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat, di  daaerah  lain,  tidak ada yang menjadikan tempat parkir,” katanya.

Oleh sebab itulah, dia berharap kepada Pemkab Situbondo  untuk menyediakan tempat parkir di area luar. Itupun harus dikelola oleh pemerintah, bukan pihak ketiga yang mengelola parkir tersebut. “Ada area parkir khusus,” katanya.

Jikapun tetap di dalam alun-alun, Hadi berharap agar dikelola dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah. Keuangan yang ditarik, harus jelas peruntukannya.  “Sedangkan saat ini, yang menjaga dan menetapkan tarif bukan pemerintah daerah, tetapi paguyuban,” tambahnya.

Hadi mengatakan, saat ini terkesan liar. Sebab, pendapatan dari parkir tersebut tidak jelas, apakah masuk ke kas daerah atau malah diambil oleh pihak lain. “Retrebusinya Rp.2000 untuk setiap kendaraan yang masuk. Inikan sangat liar, ,” imbuhnya.

Kabid Pertamanan dan JPU Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Situbondo, Ali Munir, membenarkan kalau parkir Alun-alun bukan dikelola pemerintah. Melainkan paguyuban pedagang yang ada disana. “Cuma, retrebusinya ada yang disetorkan kepada pemerintah,” ujarnya.

Dia menerangkan, pengelolaan oleh pedagang memiliki dampak positif. Salah satunya, pedagang lebih mandiri karena punya pendapat lain di luar aktivitas berjualannya. “Ini bentuk pembinaan pemerintah kepad pedagang,” ujarnya.

Dia menambahkan, penggunaan alun-alun sebagai tempat parkir, memang berdampak kurang baik terhadap kelestarian lingkungan sekitar, maupun kenyamanan pengunjung. Karena itu, pihaknya sudah melakukanm terobosan-terobosan.

Misalnya, dengan rencana memindahkan tempat parkir. Ali Munir menerangkan, beberapa bulan ke depan, area parkir saat ini tidak akan dipakai. “Dipindah ke barat sebelah utara. Jadi, kendaraan-kendaraan masuk lewat barat,” katanya.

Munir menambahkan, saat ini pemerintah sudah melakukan perbaikan di lokasi parkir tersebut. Tempat parkir yang dimaksud masih berada di dalam alun-alun. “Di situ sudah dipasangi paving dan dibuatkan area permainan anak-anak. Otimatis lebih bagus,” pungkasnya. (fat)