Search

DPRD Situbondo, Minta Pemerintah Genjot Promosi Pariwisata  

Kawasan wisata bahari Pasir Putih Probolinggo. (foto:fat)
Kawasan wisata bahari Pasir Putih Probolinggo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Menjelang pencanangan tahun kunjungan wisata yang dicanangkan pada tahun 2019 mendatang, DPRD Kabupaten Situbondo, meminta kepada  Pemkab Situbondo  untuk lebih getol dalam promosi wisata tahun 2018 ini.

Fahtudi Apriawan, anggota Komisi II DPRD Situbondo,  mengatakan, masalah promosi ini agar menjadi perhatian serius. Baik dari segi anggaran maupun kualitas promosi. “Sehingga dengan promosi  itu  dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Situbondo,”kata Fahrudi, Rabu (29/5).

Menurutnya, promosi pariwisata yang dilakukan harus tepat sasaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah bukannya tidak mempromosikan destinasi wisata yang ada. Sayangnya, menurut Fahrudi, kurang tepat sasaran. “Sehingga banyak target capaian yang tidak bisa terealisasi,” ujarnya.

Fahrudi mencontohkan, pada promosi wisata tahun anggaran 2017 lalu. Saat itu, anggarannnya ternyata tidak terserap seratus persen yang berdampak terhadap indikator sasaran. “Jumlah kunjungan wisatawan yang ditarget 400 ribu orang, hanya terealisasi 246.156 orang atau tercapai 61,54 persen,” katanya.

Tentu, hal tersebut sangat disayangkan. Dengan banyaknya destinasi wisata di Kota Santri, seharusnya tingkat kunjungan bisa tercapai sesuai target. “Makanya, kami berharap agar masalah promosi ini digenjot, dimaksimalkan,” imbuh Fahrudi.

Fahrudi menerangkan, di Situbondo banyak tempat wisata yang menarik bagi wisatawan. Selain wisata pantai Pasir Putih, ada Pantai Pathek, Pantai Banongan, serta Pantai Tampora di Kecamatan Banyugulugur. Belum lagi destinasi wisata alam. “Semuanya bagus-bagus, tinggal promosinya bagiamana,” katanya.

Selain masalah promosi, yang perlu ditata adalah tiketing. Fahrudi menerangkan, berdasarkan laporan dari masyarakat, masih banyak pengunjung yang tidak diberi karcis masuk. Terutama di pantai Pasir Putih. “Ini jelas berpotensi mengurangi pendapatan,” katanya

Menurutnya, Pasir Putih menjadi tolak ukur terhadap potensi retribusi. Termasuk juga pajak hotel dan restoran. Dia mengatakan, di wisata yang ada di Kecamatan Bungatan itu, potensi pendapatannya mencapai Rp.1 miliyar. “Jadi harus betul-betul dioptimalkan. Bukan hanya di pasir putih aja sebenarnya, tetapi di tempat-tempat wisata yang lain,” pungkasnya. (fat)




Loading Facebook Comments ...