Search

Dua Bandar Sabu Dituntut 13 dan 12 Tahun Penjara di PN Depok 

Suasana sidang kasur narkotika di Pengadilan Negeri Depok. (foto:ltf)
Suasana sidang kasur narkotika di Pengadilan Negeri Depok. (foto:ltf)

Depok,reportasenews.com  –  Perkara narkotika golongan I jenis sabu yang barang buktinya mencapai ratusan hingga ribuan gram dituntut secara berbeda di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Yakni, terdakwa atas nama Rizky Aditia Suseno, Thareq Akbar Alkhansya, dan Firdaus.

Lebih parahnya, dalam berkas penuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) di ruang sidang dijadikan memiliki, menyimpan, menguasai narkotika bukan jenis tanaman yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana diatur atau diancam dalam Pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan ada pula yang dijadikan untuk menawarkan dijual, menjual, menjadi perantara dalam jual beli narkotika bukan jenis tanaman yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa Thareq Akbar Alkhansya dituntut oleh JPU Lira Apriyanti pada Senin (24/6/2019) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I bukan jenis tanaman yang melebihi 5 gram seperti dalam dakwaan pertama.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Thareq Akbar Alkhansya dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp 3.000.000.000 apabila tidak dibayar digantikan hukuman penjara selama 3 bulan penjara. Menyatakan barang bukti berupa 6 bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih dengan berat netto seluruhnya 366,9231 gram, 1 buah tas merk Nike warna hitam, 1 buah tas warna hitam dan 1 buah timbangan digital merk Camry warna hitam, 1 buah kotak warna hitam, serta 1 unit handphone merk Vivo Y71 warna rose gold agar dirampas untuk dimusnahkan,” kata Lira.

Sedangkan terdakwa Rizky Aditia Suseno dengan JPU Iwan Sofyan menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Rizky Aditia Suseno selama 13 tahun 4 bulan dan denda sebesar Rp 1.000.000.000 apabila tidak dibayar digantikan dengan pidana penjara selama 4 bulan. Menyatakan barang bukti berupa 1 buah bekas bungkus rokok Djarum Super yang didalamnya terdapat 1 bungkus plastik kertas tisue warna putih berisi 1 bungkus plastik bening berisikan sabu dengan berat netto 0,0760 gram, 1 buah bekas kotak kaleng rokok Djarum Coklat didalamnya terdapat 1 bungkus plastik bening berlakban warna coklat berisikan kristal warna putih dengan berat netto 4,5870 gram, 1 buah plastik warna hitam didalamnya terdapat 2 bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih dengan berat netto seluruhnya 196,7455 gram, 1 unit HP merk Xiomi redmi S2 warna silver, 1 HP merk Nokia type 105 warna hitam dan 1 unit HP merk Samsung J3Pro warna putih dipergunakan sebagai barang bukti dalam perkara terpisah atas nama terdakwa Eko Ardiansyah,” ujar Iwan.

Sementara itu JPU Leli Adespitrikasih berbeda dalam menuntut terdakwa Firdaus yang dimana barang buktinya mencapai ribuan gram. Dalam amar tuntutannya, terdakwa Firdaus dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekusor narkotika tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana diatur dalam dakwaan alternatif kedua Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Firdaus dengan pidana penjara selama 16 tahun dan denda sebesar Rp 800.000.000 apabila tak dibayarkan maka akan digantikan hukuman penjara selama 6 bulan. Menyatakan barang bukti berupa satu plastik warna hitam yang didalamnya terdapat 11 plastik klip bening dengan kode A1 hingga A11 sebanyak 574,04 gram, 1 plastik warna oranye yang berisi 7 plastik klip bening dengan kode B1 hingga B7 sebanyak 718 gram, 1 plastik klip sedang yang didalamnya berisi pecahan serbuk warna orange narkotika golongan I jenis ekstasi dengan berat brutto 28,24 gram, 1 plastik sedang yang didalamnya berisi pecahan serbuk warna hijau narkotika golongan I jenis ekstasi dengan berat brutto 3,70 gram, 1 timbangan elektrik warna hitam, 1 HP merk Samsung warna hitam sebagai alat komunikasi, dan 1 HP merk Nokia warna hitam sebagai alat komunikasi dirampas untuk dimusnahkan.(jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...