Search

Dua Buruh Migran Sakit asal Jeddah Bisa Kembali ke Tanah Air

Dua buruh migran asal Indonesia Tina dan Aat (duduk dikursi roda) akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia oleh KJR Jeddah. (foto: umr)
Dua buruh migran asal Indonesia Tina dan Aat (duduk dikursi roda) akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia oleh KJR Jeddah. (foto: umr)

Jeddah, reportasenews.com – Tim Pelayanan dan Perlindungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah kembali memulangkan dua Buruh Migran Indonesia (BMI) atas nama Tina yang menderita penyakit hepatitis B dan memiliki seorang anak. Adapun BMI perempuan lainnya atas nama Aat menderita sakit stroke sejak Maret 2017.

Keduanya dipulangkan ke tanah air menggunakan maskapai Saudia dengan nomor penerbangan SV 816 dan tiba di tanah air pada tanggal 1 Agustus 2017. Kedua WNI telah diserahterimakan kepada Perwakilan Direktorat PWNI dan BHI, Kemenlu untuk selanjutnya diserahkan kepada BNP2TKI sebelum dipulangkan ke daerah asal.

“Tina asal Majalengka dilaporkan Rumah Sakit Raja Fahad dirawat sejak Maret 2017 dan sempat diisolasi karena mengidap penyakit menular hepatitis B, sedangkan anaknya dititipkan ke salah satu WNI dan tetap melanjutkan pendidikannya di kelas III, Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) selama ibunya di rawat,” terang Fadhly Ahmad, pelaksana fungsi konsuler KJRI Jeddah.

Adapun Aat berdasarkan keterangan Fadhly ditangani KJRI Jeddah setelah ada laporan dari masyarakat yang menyampaikan ada WNI yang mengalami stroke sejak Mei 2017. Tim KJRI segera melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengetahui perkembangan kesehatan serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI dimaksud mendapat penanganan maksimal.

“Penanganan Aat terkendala minimnya informasi pribadi yang bersangkutan karena harus menunggu kondisinya membaik untuk berkomunikasi karena menunggu Aat mampu berbicara lama kami terus mencari keterangan dari orang-orang terdekat sampai akhirnya Alhamdulillah dapat keterangan dari orang-orang yang tinggal bersamanya di sini tentang asal usul Aat dan kontak keluarganya,” lanjut Fadhly.

Berbekal keterangan tersebut tim dapat menghubungi anaknya yang bernama Atin. Menurut keterangan keluarganya, Aat berangkat ke Arab Saudi sejak 17 tahun lalu dan hilang kontak dengan keluarga selama lima tahun terakhir.

Atas upaya KJRI Jeddah pihak rumah sakit membebaskan seluruh biaya pengobatan keduanya. Pasca pengurusan administrasi rumah sakit, KJRI Jeddah melakukan pendampingan dan percepatan penerbitan ext permit bagi kedua pasien. Seluruh biaya tiket penerbangan ditanggung KJRI Jeddah.

“KJRI Jeddah tidak pernah mengendur dalam urusan penangan WNI, meski sudah masuk musim haji, konsentrasi pelayanan regular kami upayakan terus berjalan,” demikian disampaikan KJRI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin.(umr/win)




Loading Facebook Comments ...