Search

Dua Kapal Asing Pencuri Ikan di Perairan Indonesia Ditangkap

bandicam 2020-07-22 15-44-35-941

Pontianak, reportasenews.com – Kapal Pengawas Hiu 11 dan Kapal Pengawas Orca 3 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang melaksanakan operasi pengamanandan pengawasan di perairan ZEE Laut Natuna Utara menangkap 2 Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam yang mencari ikan tanpa dilengkapi dokumenyang berlaku di Indonesia.

Kapal berbendera Vietnam yang dinahkodai Vu Van Bo(34), dengan ABK 17 orang membawa alat tangkap pair trawl, yang penggunaannya dilarang di Indonesia. Sedangkan kapal yang dinahkodai Vo Van Nhan (44), dengan ABK 4 orang juga membawa alat tangkap ikan yang dilarang. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, memberikan apresiasi kepada dua kapten kapal Pengawas Hiu 11 dan Kapal Pengawas Orca 3  yang telah berhasil mengagalkan upaya duakapal Vietnam yang mengeruk kekayaan laut Indonesia di perairan Natuna.

“Hari ini saya melihat langsung hasil dari dua kapal patrol yangmenangkap dua kapal nelayan Vietnam ini melakukan penangkapan ikan dengan pairtrawl yang dilakukan dengan cara menarik pukat menggunakan dua kapal, saya kira ini mohon teman-teman support dan sampaikan ke seluruh rakyat Indonesia, bahwa negara tidak tidur dalam memberantas illegal fishing di perairan Indonesia,”tegas Edhy Prabowo, di Stasiun PSDKP Pontianak, Rabu (22/7/2020).

Edhy menambahkan dengan tindakan tegas secara terus menerus mengawal perairan Indonesia, tentu kapal ikan asing semakin jera untuk menangkap ikan di perairan Indonesia. Selain itu, kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus mendorong nelayan-nelayan Indonesia akan selalu ramai beroperasi di wilayah laut dan perairan di Indonesia sehingga kapal ikan asing tak berani masuk ke Indonesia untuk menjarah kekayaan laut Indonesia.

“Jadi kapal-kapal nelayan Indonesia gak boleh kalah besar dengan kapal ikan asing seperti kapal ikan Vietnam ini, yang diperkirakan 100GT. Setidak-tidaknya bisa mengimbangi dan mempertahankan diri kedaulatan perairan Indonesia,” ujarnya.

Edi menyebut perairan Indonesia tak boleh didiamkan atau kosong oleh kapal kapal ikan Indonesia, karena itu nelayan harus berani melaut dan menangkap ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) perairan Indonesia.

Edhy mengatakan hingga kini pihaknya telah berhasil menangkap sebanyak 66 unit kapal yang terdiri 49 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia. Kapal Asing itu terdiri dari 22 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina, 12 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Taiwan. (das)




Loading Facebook Comments ...